Fabio Quartararo menjadi pembalap top pertama yang dikabarkan mengambil langkah dalam bursa transfer MotoGP 2027. Juara dunia MotoGP 2021 ini disebut-sebut akan meninggalkan Yamaha dan bergabung dengan Honda.
Menurut laporan Motorsport, Quartararo telah mencapai kesepakatan untuk menandatangani kontrak dengan Honda Racing Corporation (HRC). Jika kabar ini benar, kolaborasi panjang antara pembalap asal Prancis tersebut dengan Yamaha, yang telah terjalin sejak debutnya di kelas premier pada 2019, akan segera berakhir.
Quartararo memang menjadi andalan utama Yamaha sejak meraih gelar juara dunia pada 2021. Namun, dalam beberapa musim terakhir, ia berulang kali menyatakan kekecewaannya karena tidak kunjung mendapatkan motor yang kompetitif.
Meski masih menunjukkan kemampuannya dengan meraih lima pole position musim lalu, Quartararo belum pernah meraih kemenangan dalam dua setengah musim terakhir. Salah satu peluang menang yang sempat terbuka lebar terjadi di MotoGP Inggris 2025, sebelum ia gagal finis akibat masalah ride-height device saat memimpin balapan.
Monster Energy Yamaha MotoGP telah meluncurkan YZR-M1 bermesin V4 di Jakarta, Rabu (21/1/2026). Motor baru ini akan digunakan oleh Fabio Quartararo dan Alex Rins pada MotoGP 2026 dan segera diuji di Sirkuit Sepang.
Performa Quartararo musim lalu terbilang berat, selain insiden di Silverstone. Ia hanya mampu mencatatkan satu podium di balapan utama dan satu podium Sprint Race, hingga akhirnya finis di peringkat kesembilan klasemen MotoGP 2025. Sementara itu, pembalap Yamaha terbaik berikutnya, Jack Miller, terpuruk di posisi ke-17.
Yamaha telah melakukan banyak perubahan besar untuk membangkitkan proyek MotoGP mereka, mulai dari merekrut Max Bartolini dari Ducati sebagai direktur teknis, menjadikan Pramac sebagai tim satelit, hingga mengembangkan mesin V4 baru.
Namun, jika kepindahan ke Honda benar-benar terwujud, Quartararo berarti telah mengambil keputusan sebelum menjajal versi terbaru mesin V4 Yamaha, yang baru menjalani debutnya pada Tes Shakedown Sepang pekan ini.
Di sisi lain, Honda justru menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Meski hanya meraih satu kemenangan lewat Johann Zarco di kondisi basah balapan MotoGP Prancis di Le Mans musim lalu, RC213V dinilai mengalami kemajuan signifikan di bawah arahan Romano Albesiano, mantan direktur teknis Aprilia.
Kemenangan tersebut, ditambah tiga podium di lintasan kering (satu oleh Zarco dan dua oleh Joan Mir), membantu Honda naik peringkat konsesi dari D ke C untuk musim 2026.
Dengan regulasi baru 850cc dan ban Pirelli yang mulai berlaku pada 2027, keputusan Quartararo diyakini sangat berorientasi pada proyek jangka panjang.
Jika resmi bergabung, Honda akan memiliki tiga dari empat kursi yang sudah terisi untuk era baru MotoGP. Zarco masih terikat kontrak dengan LCR hingga 2026, sementara Diogo Moreira baru saja menandatangani kontrak multi-tahun. Situasi ini berpotensi membuat Joan Mir atau Luca Marini kehilangan kursi.
Kepindahan Quartararo ke Honda juga mempersempit opsi bagi Jorge Martin, yang sempat dikaitkan dengan HRC, serta Pedro Acosta dari KTM yang juga menjadi incaran banyak pabrikan.
Sementara itu di Yamaha, satu kursi pabrikan akan kosong, dengan baru sosok Toprak Razgatlioglu dari tim Pramac yang dipastikan untuk MotoGP 2027.
“Saya pikir masa depan dua atau tiga nama paling diburu akan diketahui sebelum balapan pertama,” ujar juara dunia bertahan Marc Marquez beberapa waktu lalu.
Marquez sendiri disebut hampir mencapai kesepakatan kontrak baru berdurasi dua tahun bersama Ducati. Jika Quartararo benar sudah menentukan arah masa depannya, maka sorotan berikutnya akan tertuju pada pembalap muda seperti Pedro Acosta untuk segera mengambil keputusan besar.