Ramainya perbincangan mengenai ramalan Baba Vanga tentang Perang Dunia III dipicu oleh ketegangan global yang meningkat. Prediksi peramal asal Bulgaria ini sontak menjadi sorotan.
Baba Vanga, yang dikenal karena ramalan-ramalannya yang seringkali mengerikan, memprediksi perang dahsyat pada tahun 2026 yang akan mengubah tatanan kekuasaan dunia. Selain itu, ia juga meramalkan bencana lingkungan dan potensi kekacauan akibat kecerdasan buatan.
Baba Vanga, yang dijuluki 'Nostradamus dari Balkan', telah membangun reputasi atas kemampuannya memprediksi berbagai peristiwa, termasuk kematian Putri Diana. Meski ramalannya untuk tahun 2026 belum terbukti, prediksi tentang Perang Dunia III menimbulkan kekhawatiran.
Menurut berbagai sumber, Baba Vanga meramalkan konflik besar yang dimulai pada tahun 2026, melibatkan kekuatan global yang signifikan, meluas ke berbagai benua, dan memicu ketidakstabilan politik serta peningkatan ketegangan global. Ia juga meramalkan China akan mencaplok Taiwan dan terjadinya konfrontasi langsung antara Rusia dan AS.
Ramalan lainnya menyinggung krisis keuangan global ketiga, atau setidaknya penurunan ekonomi signifikan pada tahun 2026. Dampaknya bisa berupa kehancuran pasar, inflasi tinggi, atau keruntuhan mata uang.
Kejatuhan Vladimir Putin juga menjadi salah satu ramalan Baba Vanga, yang menyebutkan munculnya pemimpin Rusia baru pada tahun 2026. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang nasib Ukraina jika Putin lengser.
Selain itu, beberapa interpretasi ramalan Baba Vanga menyebutkan bahwa AI akan mulai mengubah umat manusia pada tahun 2026. Ia percaya bahwa AI akan merevolusi industri dan kehidupan sehari-hari secara permanen.
Baba Vanga juga meyakini bahwa manusia akan melakukan pertemuan pertama dengan alien intelijen pada November 2026. Ia meramalkan adanya kapal terbang raksasa yang memasuki atmosfer Bumi. Dia mengisyaratkan kemungkinan didekati oleh 'peradaban tak dikenal' yang telah lama berada di Bumi, demikian dilansir Mirror.