Real Madrid bertekad kuat untuk membalaskan kekalahan mereka saat menghadapi Bayern Munchen dalam laga leg kedua perempat final Liga Champions. Pelatih Alvaro Arbeloa menegaskan bahwa timnya akan mengerahkan seluruh kemampuan terbaik demi meraih tiket ke semifinal.
Kekalahan 1-2 di Santiago Bernabeu pada leg pertama, 8 April lalu, menjadi motivasi utama bagi Los Blancos. Gol Kylian Mbappe pada menit ke-74 belum cukup membendung dua gol Bayern yang dicetak Luis Dias pada menit ke-41 dan Harry Kane pada menit ke-46.
Dikutip dari Bola, Alvaro Arbeloa mengakui adanya kekurangan dalam performa Real Madrid pada pertandingan sebelumnya. Oleh karena itu, analisis mendalam akan dilakukan untuk memperbaiki setiap aspek demi hasil yang lebih baik di leg kedua.
Arbeloa menyoroti pentingnya fokus dan persiapan maksimal. "Kami akan fokus ke laga Rabu (melawan Bayern Munchen), dengan memahami kami harus mengerahkan usaha yang sangat besar dan mempersiapkan pertandingan sebaik mungkin," ujarnya.
Ia menambahkan, "Kami akan punya lebih banyak waktu dibanding leg pertama untuk menganalisis apa yang terjadi pada laga Selasa lalu, memperbaiki hal-hal yang belum berjalan baik, serta meningkatkan apa yang sudah kami lakukan dengan benar agar bisa menemukan cara melukai mereka."
Kondisi ini memunculkan keraguan dari sebagian penggemar mengenai kemampuan Real Madrid untuk mencuri kemenangan di kandang Bayern Munchen. Namun, Arbeloa tetap percaya diri, seperti dilansir dari Liga Olahraga.
"Saya ingin tim saya percaya diri, hanya itu yang saya inginkan. Dan kami ber25 orang yang akan berangkat ke sana akan yakin bahwa kami mampu mengatasi tantangan. Wajar jika Bayern dianggap sebagai favorit, tetapi mereka akan menghadapi seragam putih dan lambang bundar. Dan saya yakin kami akan mampu menghadapi tantangan tersebut," kata Arbeloa dalam sebuah wawancara.
Ambisi Kemenangan di Allianz Arena
Mantan bek Liverpool itu juga menekankan kepada para pemainnya untuk memberikan segalanya di lapangan. Pertandingan leg kedua yang akan berlangsung di Allianz Arena pada 16 April mendatang menjadi krusial bagi Real Madrid.
"Kami tahu hari Rabu adalah pertandingan kami, dan kami sudah sangat jelas soal itu. Semua energi yang kami miliki harus diarahkan ke laga tersebut," tegas Alvaro Arbeloa, melanjutkan pernyataannya.
Menurutnya, tidak ada ruang untuk setengah-setengah. "Kami harus pergi ke Jerman dengan tekad untuk menang dan memberikan segalanya di lapangan," sambung pelatih asal Spanyol tersebut.
Arbeloa juga menyoroti pentingnya tampil 200% dalam setiap pertandingan. "Kami belum memenangkan beberapa pertandingan terakhir. Dan untuk mengalahkan siapa pun, kami harus memberikan 200%. Kami tidak menang dengan 90%… atau tidak selalu. Jika Anda ingin lebih percaya diri melawan tim yang lebih lemah dari Anda, Anda harus mengerahkan seluruh kemampuan. Jika tidak, kemunduran seperti ini bisa terjadi terlalu sering."
Performa Vinicius Junior dan Bellingham
Dalam konteks persiapan tim, performa beberapa pemain kunci juga menjadi sorotan. Vinicius Junior, bintang Brasil, mengisyaratkan akan memperpanjang kontraknya dan menegaskan keinginannya untuk bertahan di Real Madrid. Dilansir dari Antara, Vinicius telah menunjukkan peningkatan performa sejak awal tahun 2026, mencetak 12 gol dari 20 pertandingan.
Selain Vinicius, Jude Bellingham juga kembali bermain setelah absen dua bulan. Penampilannya yang 'tajam' saat melawan Girona memberi harapan. Arbeloa menyatakan Bellingham terlihat 'gesit, percaya diri', dan penting baginya untuk kembali mendapatkan ritme pertandingan.
Namun, Real Madrid tidak hanya fokus pada Liga Champions. Mereka juga menghadapi tantangan di liga domestik. Arbeloa sempat menyoroti kinerja wasit setelah timnya gagal menang melawan Girona, yang membuatnya marah atas keputusan tidak diberikannya penalti.
Meskipun demikian, Arbeloa tetap optimistis tentang persaingan La Liga. "Saya hanya akan merasa balapan liga berakhir ketika kami benar-benar kalah. Sampai saat itu, kami akan terus berjuang," tegasnya, memastikan semangat juang tim tidak akan padam hingga akhir musim.