Real Madrid berhasil meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Celta Vigo dalam laga lanjutan pekan ke-27 La Liga 2025/2026. Pertandingan yang digelar di Estadio Abanca-Balaidos pada Jumat, 6 Maret 2026 waktu setempat, atau Sabtu dini hari WIB, ditandai dengan gol penentu Federico Valverde di masa tambahan waktu.
Hasil tersebut menjaga peluang Real Madrid dalam perburuan gelar La Liga tetap terbuka. Kemenangan itu juga secara signifikan memangkas selisih poin dengan pemuncak klasemen, Barcelona, menjadi hanya satu angka. Seandainya gol Valverde tak tercipta, jarak poin berpotensi melebar hingga enam angka.
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menyatakan kegembiraannya pasca pertandingan. "Untuk memenangkan pertandingan, itulah tujuan Real Madrid bermain. Itu yang kami inginkan dan itulah target kami hari ini," ujar Arbeloa, seperti dikutip dari Bola, dengan senyum.
Kemenangan tersebut terasa lebih spesial mengingat banyaknya kendala yang dihadapi tim. "Tidak ada cara yang lebih baik untuk merayakan 124 tahun sejarah klub terbaik di dunia selain seperti ini. Beginilah cara Real Madrid melakukannya: berjuang melawan segala hal dan siapa pun," tambah Arbeloa kepada RMTV, dilansir dari Diario AS.
Arbeloa juga menyoroti kondisi tim yang datang ke pertandingan dengan banyak pemain absen. "Kami datang ke pertandingan ini dengan banyak kesulitan dan banyak pemain absen. Saya pikir kemenangan ini layak dirayakan karena bagaimana jalannya pertandingan dan bagaimana para pemain berjuang," imbuhnya.
Gol yang dicetak Federico Valverde pada menit ke-90+4 menjadi momen kunci yang memastikan Los Blancos membawa pulang tiga poin. Momen tersebut menjadi penentu kemenangan yang sangat berharga.
Arbeloa berharap kemenangan di menit akhir ini dapat menjadi titik balik bagi timnya. Ia melihat para pemain telah menunjukkan karakter yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi situasi sulit dan tekanan tinggi.
"Ini kemenangan yang sangat penting, karena memengaruhi cara kami menghadapi pertandingan hari Rabu nanti. Ini juga menunjukkan seperti apa permainan yang ingin kami tampilkan," ujarnya.
Pelatih itu melanjutkan, "Inilah Real Madrid: berjuang sampai akhir, terus bertarung. Karakter. Semoga ini menjadi titik balik dan setelah ini segalanya berjalan jauh lebih baik.”
Meskipun meraih kemenangan, Arbeloa mengingatkan bahwa musim kompetisi masih sangat panjang. "Masih ada 33 poin yang diperebutkan. Pada tahap ini rasanya seperti musim bahkan belum benar-benar dimulai. Sekarang semua tim memiliki banyak kepentingan dan setiap pertandingan adalah pertempuran," jelasnya.
Menurut Arbeloa, performa tim patut diapresiasi mengingat kualitas lawan dan banyaknya pemain yang cedera. "Saya sangat, sangat senang dengan karakter yang ditunjukkan para pemain, juga dengan dukungan para suporter yang datang untuk mendorong tim," tambahnya.
Ia menekankan, "Di momen seperti inilah Anda melihat mental sebenarnya dari pemain Real Madrid, dan hari ini saya melihat banyak hal itu."
Kontribusi Pemain Akademi
Dengan terbatasnya skuad, Arbeloa kembali memberikan kepercayaan kepada gelandang muda, Thiago Pitarch. Pitarch tampil sebagai starter untuk kedua kalinya secara beruntun, menunjukkan kepercayaan pelatih terhadap potensinya.
Tidak hanya Pitarch, dua pemain pengganti dari tim Castilla, Manuel Angel dan Cesar Palacios, juga memberikan kontribusi signifikan. Keduanya berperan penting dalam terciptanya gol kemenangan bagi Real Madrid.
"Kita harus memberi banyak kredit kepada Pitarch atas apa yang dia lakukan, termasuk hari ini," kata Arbeloa memuji penampilan pemain mudanya. "Dia punya kepribadian, kerja keras, kemampuan menekan lawan. Dia selalu ingin memegang bola dan mencari opsi terbaik. Kami membutuhkan pemain yang dinamis seperti dia untuk menghadapi pertahanan seperti ini," sanjungnya.
Arbeloa juga menegaskan pentingnya menghargai akademi klub. "Kami memiliki akademi yang harus lebih dihargai. Memang benar pemain terbaik dunia datang ke sini, tetapi kami juga punya pemain akademi dengan kualitas sangat tinggi. Cara mereka bermain hari ini adalah kabar yang sangat baik," ungkapnya.
Terkait Pitarch yang dianggap sebagai kejutan positif musim ini, Arbeloa menuturkan, "Ini kabar yang luar biasa. Sudah lama sejak pemain muda dari Castilla naik ke tim utama dan benar-benar menetap di sana."
Ia menambahkan, "Yang terakhir mungkin Gonzalo (Garcia) dan (Raul) Asencio. Selalu menjadi kabar baik ketika pemain berusia 18 tahun mendapatkan tempat di tim utama. Dia mendapatkan menit bermain bukan karena kepercayaan saya saja, tetapi karena kualitas sepak bolanya."
"Dia sangat cocok dengan profil pemain Real Madrid. Dari sisi permainan dan kerja keras, dia benar-benar mencerminkan 'merek Real Madrid'," lanjut pelatih berusia 43 tahun tersebut.
Keputusan Taktis dan Kembalinya Mendy
Salah satu keputusan yang menarik perhatian adalah penarikan Arda Güler pada sekitar menit ke-60. Playmaker asal Turki itu sempat terlihat tidak puas saat digantikan oleh Palacios.
Namun, Arbeloa menegaskan bahwa keputusan tersebut murni taktis dan tidak berkaitan dengan masalah fisik. "Tidak, tidak, tidak. Saya tidak tahu apakah ada pelatih yang memberi dia lebih banyak menit bermain daripada saya. Saya rasa tidak ada," ujarnya.
"Saya punya kepercayaan besar kepadanya dan itu sangat penting. Saya sangat senang dengan cara dia bekerja dan kualitas yang dimilikinya. Mari terus melangkah dan terus berjuang. Hari ini kami semua menang," ucap mantan bek Real Madrid itu.
Di sisi lain, Arbeloa memberikan kepercayaan penuh kepada Ferland Mendy. Bek kiri tersebut, yang baru bermain 22 menit sejak November, langsung dipercaya tampil penuh selama 90 menit.
"Itu kesalahan saya," kata Arbeloa mengakui bahwa memainkan Mendy 90 menit setelah lama absen bukanlah situasi ideal baginya. "Namun, melihat jalannya pertandingan, saya rasa itu perlu. Setiap kali dia berada di lapangan, rasanya lebih mudah bagi Real Madrid untuk menang. Dan itu mengatakan banyak hal," jelasnya.