Real Madrid dikabarkan sangat yakin bahwa UEFA akan segera menjatuhkan sanksi kepada FC Barcelona terkait kasus Negreira. Keyakinan ini muncul di tengah rivalitas yang semakin memanas antara kedua klub raksasa Spanyol tersebut. Perseteruan ini bermula dari penyelidikan dugaan pembayaran yang dilakukan Barcelona kepada mantan pejabat wasit.
Presiden Real Madrid, Florentino Perez, secara terbuka mengkritik Barcelona. Tim kuasa hukum Real Madrid bahkan mempertanyakan Presiden Barcelona, Joan Laporta, saat memberikan kesaksian. Selain itu, Real Madrid juga telah meminta laporan audit dan dokumen keuangan dari periode saat Barcelona melakukan pembayaran kepada Negreira, namun permintaan tersebut ditolak.
Menurut jurnalis Ramon Alvarez, Real Madrid percaya UEFA akan membuka kembali proses disipliner terkait kasus Barca-Negreira yang sempat ditangguhkan. Mereka meyakini pengakuan Barcelona terkait pembayaran sudah cukup signifikan untuk menjadi dasar penilaian oleh otoritas sepak bola Eropa, bahkan tanpa memerlukan putusan pengadilan.
UEFA memiliki kewenangan untuk memberikan berbagai sanksi, termasuk larangan mendaftarkan pemain baru hingga eksklusi dari kompetisi antarklub Eropa selama 1 hingga 10 tahun. Namun, Barcelona juga disebut tengah memperkuat hubungan mereka dengan UEFA dan EFC (European Football Confederation), yang turut memengaruhi keputusan mereka untuk meninggalkan proyek European Super League.
Untuk saat ini, belum ada keputusan resmi. Meski begitu, Real Madrid sangat percaya diri UEFA akan kembali membuka proses disipliner terhadap Barcelona, dan hasilnya bisa berupa sanksi berat bagi Blaugrana.