Regulasi F1 2026 Hadapi Kritikan, Pembalap Protes Mode Overtake

Perubahan regulasi Formula 1 2026, terutama penghapusan DRS dan pengenalan mode overtake, menimbulkan kekhawatiran dari sejumlah pembalap dan ahli.

Musim balap Formula 1 2026 diwarnai perubahan regulasi yang disebut-sebut paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu inovasi utama adalah dihapusnya sistem Drag Reduction System (DRS) yang kini digantikan oleh mode overtake. Federasi otomotif dunia (FIA) memperkirakan sistem baru ini akan meningkatkan peluang aksi salip-menyalip.

FIA menjelaskan bahwa energi pengerahan mobil terdepan akan berkurang setelah kecepatan 290 km/jam. Sementara itu, mobil di belakang dapat menggunakan override penuh hingga 350 kW sampai 337 km/jam. Mode overtake ini dapat diaktifkan ketika pembalap berada dalam jarak satu detik dari mobil di depannya, memungkinkan tambahan energi listrik untuk peningkatan kecepatan.

Perubahan ini, seperti dilansir dari Bola, tidak hanya berlaku pada sistem tenaga, tetapi juga pada dimensi mobil. Sasis kini didesain lebih kecil dan ringan, dengan batas berat minimum yang lebih rendah dibandingkan musim-musim sebelumnya. Panjang dan lebar mobil juga dipangkas, yang secara teori akan menguntungkan pembalap dengan kemampuan menyalip yang lebih baik.

Meski demikian, implementasi regulasi baru ini telah memicu kekhawatiran dari sejumlah pembalap. Martin Brundle, mantan pembalap sekaligus komentator, menyoroti masalah “mendasar” pada mobil F1 2026 setelah kritik berdatangan dalam tiga putaran pertama musim ini.

Aksi salip-menyalip memang meningkat drastis, namun banyak di antaranya dicap sebagai "artifisial." Pembalap disebut tidak mampu mempertahankan posisi mereka akibat keterbatasan daya baterai.

Lando Norris bahkan mengisahkan pengalaman menyalip "tidak disengaja" terhadap Lewis Hamilton pada Grand Prix Jepang. "Saya bahkan tidak ingin menyalip Lewis, masalahnya hanya ketika baterai aktif, dan saya tak ingin baterai aktif, tetapi saya tidak bisa mengendalikannya. Jadi saya menyalipnya, dan kemudian baterai saya habis, jadi dia langsung melaju kencang," ujar Norris.

Dia menambahkan bahwa baterai aktif di area sirkuit 130R memaksanya mengangkat kaki dari pedal gas. Jika tidak, ia akan menabrak. Namun, saat menginjak pedal gas kembali, baterai aktif lagi tanpa bisa dikendalikan.

Analisis Ahli Mengenai Dampak Regulasi

Duncan Walker, Profesor Aerodinamika Terapan di Loughborough University, menjelaskan bagaimana perubahan bobot dan lebar mobil dapat memengaruhi performa. "Mobil yang lebih kecil berarti ruang di lintasan untuk menyalip akan lebih besar," ujarnya.

Walker berharap bahwa keterampilan pembalap akan memainkan peran yang lebih besar dibandingkan sekadar performa mobil. Pembalap mungkin harus mempelajari kembali cara bertahan di racing line dan mengelola tenaga mesin serta dorongan listrik untuk menyalip.

Dia juga menyoroti tidak adanya regenerative braking tahun ini, yang mengharuskan pembalap mempelajari cara baru mengelola daya listrik, terutama karena kini pembagiannya 50:50 dengan mesin pembakaran internal.

Mode Overtake dan Active Aero

Walker menjelaskan bahwa mode overtake penuh hanya dapat digunakan hingga kecepatan 337 km/jam, sebelum dayanya berkurang dan tidak ada tambahan tenaga pada 355 km/jam. "Tidak ada durasi tetap untuk boost, semuanya tergantung bagaimana pembalap mengelola baterai mereka," katanya.

Situasi ini dapat menciptakan skenario di mana satu pembalap memiliki tenaga tambahan karena pengelolaan energi yang lebih baik, berpotensi menghasilkan lebih banyak aksi wheel-to-wheel di trek lurus.

Musim ini juga memperkenalkan active aero, di mana mobil akan menyesuaikan sayap depan dan belakang tergantung karakter sirkuit. Flap akan tertutup secara default untuk menjaga downforce saat menikung, lalu terbuka di trek lurus untuk mengurangi hambatan udara dan meningkatkan kecepatan puncak. Namun, Walker menilai perubahan ini tidak akan berdampak besar secara langsung pada pembalap.

Pertemuan penting dijadwalkan pada 9 April dan 20 April 2026 antara FIA, tim, dan pabrikan mesin untuk membahas potensi modifikasi regulasi 2026. Diskusi ini muncul di tengah kekhawatiran yang meningkat mengenai penerapan energi, kecepatan penutupan, dan kemampuan mengemudi di bawah regulasi unit daya baru. Pertemuan ini diharapkan dapat menemukan solusi untuk menyempurnakan aturan di masa depan, meskipun setiap perubahan memerlukan persetujuan formal dari Dewan Olahraga Motor Dunia FIA (WMSC).

Recommended