Manajer Manchester City Pep Guardiola dan pelatih Arsenal Mikel Arteta mencatatkan statistik performa yang sangat berbeda memasuki persaingan gelar Premier League pada April 2026. Data menunjukkan bulan ini menjadi periode paling produktif bagi Guardiola, namun menjadi masa tersulit bagi Arteta.
Efektivitas Guardiola di fase akhir musim terlihat dari perolehan poin yang signifikan. Dilansir dari Bola, pelatih asal Spanyol tersebut mampu mengumpulkan total 98 poin dari 39 pertandingan yang dimainkan pada bulan April sepanjang kariernya di kompetisi tertinggi Inggris.
Rata-rata poin per pertandingan (PPG) yang dibukukan Guardiola pada bulan ini mencapai 2,51. Angka tersebut tercatat sebagai pencapaian terbaiknya dibandingkan dengan statistik pada bulan-bulan lainnya selama menukangi Manchester City.
Kondisi sebaliknya dialami oleh Mikel Arteta yang justru mengalami penurunan performa tim secara drastis setiap memasuki April. Dari total 26 pertandingan yang dipimpinnya, ia hanya mampu mengamankan 40 poin dengan rata-rata 1,54 PPG.
Catatan tersebut menjadi performa terburuk Arteta dalam kalender kompetisi. Perbedaan statistik ini dianggap sebagai faktor krusial mengingat tekanan perebutan gelar mencapai puncaknya pada fase akhir musim, di mana konsistensi menjadi penentu utama.
Situasi klasemen saat ini menunjukkan Manchester City sedang berada dalam tren positif setelah menumbangkan Chelsea dengan skor telak 3-0. Hasil tersebut memangkas jarak selisih poin dengan Arsenal menjadi enam angka, dengan City masih mengantongi satu tabungan jadwal pertandingan.
Di sisi lain, Arsenal sedang berupaya mengembalikan momentum setelah gagal meraih kemenangan dalam beberapa laga terakhir di liga domestik. Meski demikian, tim asuhan Arteta baru saja memastikan tempat di babak semifinal Liga Champions usai bermain imbang tanpa gol melawan Sporting CP.
Persaingan kedua tim juga baru saja memanas dalam partai final EFL Cup yang dimenangkan oleh Manchester City dengan skor 2-0. Namun, secara historis dalam 196 pertemuan di kasta tertinggi, Arsenal masih unggul dengan 92 kemenangan berbanding 58 milik City.
Tantangan besar kini berada di pihak Arsenal yang tercatat memiliki rekor kurang impresif saat bertandang ke markas City. Kemenangan terakhir The Gunners di Stadion Etihad tercatat terjadi pada tahun 2015 silam.