Gelandang Bologna FC, Remo Freuler, berpeluang menjadi kunci saat timnya berhadapan dengan AS Roma dalam leg pertama babak 16 besar UEFA Europa League di Renato Dall'Ara, Jumat (13/03/2026) dini hari WIB.
Freuler bahkan mengungkapkan bahwa ia sangat memahami cara kerja pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini.
Duel antara dua tim Italia ini diprediksi akan berlangsung ketat. Meskipun kedua tim saling mengenal karakter permainan masing-masing, Freuler mungkin memiliki keunggulan karena pernah bekerja sama dengan Gasperini.
Freuler dan Gasperini pernah berkolaborasi di Atalanta dari 2016 hingga 2022. Selama periode tersebut, Freuler mencatatkan 254 penampilan, mencetak 20 gol dan 23 assist.
Pengalaman panjang itu membuat Freuler merasa sangat memahami gaya bermain Gasperini.
"Saya tahu bagaimana Gasperini bermain di luar kepala, meskipun dalam beberapa tahun terakhir dia juga melakukan beberapa perubahan dalam gaya permainannya," ujar Freuler kepada Sky Sport Italia.
"Namun fondasinya masih kurang lebih sama. Saya juga sangat senang bisa bertemu dengannya lagi," tambahnya.
Freuler juga menilai bahwa Gasperini sering melakukan penyesuaian taktik, termasuk menggunakan dua pemain trequartista di belakang penyerang utama. Hal ini dilakukan Roma karena sejumlah masalah cedera di lini serang.
"Saya juga tahu penyesuaian yang biasanya dia lakukan, apakah bermain dengan tiga penyerang atau menambah satu gelandang. Saya tahu apa yang ada di pikirannya. Kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi," kata Freuler.
Ingin Terus Melaju di Liga Europa
Freuler meninggalkan Atalanta pada 2022 untuk bergabung dengan Nottingham Forest sebelum kembali ke Serie A dan menjadi bagian penting dari Bologna.
Meskipun ia hengkang sebelum Atalanta menjuarai Liga Europa, Freuler tetap memiliki kenangan manis di kompetisi Eropa, termasuk saat timnya memastikan tiket ke babak 16 besar Liga Champions setelah menghadapi FC Shakhtar Donetsk.
Freuler menegaskan bahwa Bologna ingin melangkah sejauh mungkin di kompetisi ini, meskipun harus menghadapi lawan berat seperti Roma.
"Leg pertama selalu penting agar kami bisa menghadapi pertandingan penentuan dengan penuh kepercayaan diri," ujar Freuler.
"Kami ingin terus melaju di Liga Europa. Namun kami harus menghadapi Roma, yang dengan segala hormat tentu lebih sulit untuk dihadapi dibandingkan KRC Genk," tutupnya.