Lestari Moerdijat Soroti Rendahnya Tingkat Pendidikan Angkatan Kerja Indonesia

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengungkapkan 34 persen angkatan kerja Indonesia hanya lulusan SD ke bawah akibat terbatasnya akses pendidikan tinggi.

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyoroti komposisi angkatan kerja di Indonesia yang masih didominasi oleh penduduk berpendidikan rendah dalam Diskusi Denpasar 12 yang berlangsung pada Rabu, 6 Mei 2026.

Kesenjangan akses pendidikan dinilai menjadi penyebab utama mayoritas tenaga kerja nasional belum mampu menempuh jenjang yang lebih tinggi. Berdasarkan data terbaru yang dipaparkan, sektor ketenagakerjaan saat ini masih menghadapi tantangan serius terkait kualitas sumber daya manusia.

"Sebesar 34 persen angkatan kerja masih lulusan SD ke bawah," kata Lestari Moerdijat sebagaimana dilansir dari Medcom. Ia menambahkan bahwa peluang masyarakat untuk mencicipi bangku universitas masih sangat terbatas karena penyempitan akses pada tiap jenjangnya.

Data tersebut menunjukkan bahwa hanya sekitar 13 persen masyarakat Indonesia yang memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan tinggi. Kondisi ini dianggap sebagai hambatan besar bagi pembangunan nasional karena tingkat pendidikan linear dengan daya saing bangsa di kancah global.

Lestari, yang akrab disapa Rerie, mendorong adanya langkah strategis dari pemerintah dan pemangku kepentingan untuk menyusun kebijakan yang lebih inklusif. Menurutnya, masalah ketimpangan sarana dan prasarana pendidikan di berbagai wilayah harus segera dituntaskan.

Upaya pemerataan kualitas pendidikan diharapkan dapat berjalan beriringan dengan perluasan akses fisik sekolah maupun kampus. Penataan ini bertujuan agar seluruh lapisan masyarakat memiliki peluang yang setara dalam memperebutkan posisi di dunia kerja yang semakin kompetitif.

Recommended