Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini menunjukkan performa yang sangat impresif dengan mencatatkan kenaikan signifikan di atas satu persen. Investor tampak kembali bergairah melakukan akumulasi beli seiring dengan sentimen positif yang menyelimuti pasar modal dalam negeri maupun kawasan Asia. Lonjakan ini membawa indeks mendekati level psikologis baru, yang mencerminkan kepercayaan pasar terhadap stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global.
Kenaikan IHSG pada perdagangan sesi pertama ini tidak terlepas dari peran saham-saham berkapitalisasi besar atau blue chip yang kompak bergerak di zona hijau. Selain faktor domestik, pergerakan indeks hari ini juga dipengaruhi oleh tren penguatan di beberapa bursa utama Asia yang memberikan katalis tambahan bagi para pelaku pasar. Situasi pasar yang didominasi oleh aksi beli ini menciptakan momentum kuat bagi indeks untuk terus bertahan di teritori positif hingga penutupan perdagangan nanti.
Fenomena menarik terjadi di lantai bursa di mana beberapa emiten berhasil mencatatkan lonjakan harga yang fenomenal hingga menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA). Penguatan merata di seluruh sektor saham menjadi indikasi bahwa aliran modal masuk (capital inflow) sedang berlangsung secara masif. Kondisi ini memberikan sinyal optimis bagi investor ritel maupun institusi untuk terus memantau pergerakan harga saham-saham potensial yang masuk dalam daftar top gainers.
Analisis Penutupan Sesi I: IHSG Menanjak 1,36 Persen
Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan bahwa IHSG ditutup menguat sebesar 112,28 poin atau setara 1,36% ke posisi 8.384,04 pada akhir sesi I, Senin (23/2/2026). Sepanjang perdagangan pagi tadi, indeks bergerak cukup dinamis dalam rentang 8.327 hingga level tertinggi di 8.395. Volume perdagangan terpantau sangat likuid dengan 30,48 miliar lembar saham yang berpindah tangan, melibatkan nilai transaksi mencapai Rp 13,05 triliun.
Statistik Pergerakan Saham dan Indeks LQ45
Data perdagangan menunjukkan dominasi pasar yang sangat kuat oleh tren bullish. Tercatat sebanyak 464 saham berhasil menguat, sementara 206 saham mengalami koreksi, dan 144 saham lainnya stagnan. Indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan dengan likuiditas tinggi juga ikut melesat 1,24%, menegaskan bahwa penguatan hari ini ditopang oleh fundamental yang cukup solid dari emiten-emiten besar.
Sektor Barang Baku Jadi Motor Utama
Seluruh sektor saham di BEI kompak menghijau pada sesi I ini. Sektor barang baku tampil sebagai motor penggerak utama dengan lonjakan tajam sebesar 3,67%. Posisi selanjutnya diikuti oleh sektor transportasi yang naik 2,16%, sektor barang konsumsi non-primer sebesar 1,59%, serta sektor energi dan teknologi yang masing-masing menguat di level 1,52% hingga 1,57%.
Daftar Saham Top Gainers: MEGA dan SKBM Sentuh Batas ARA
Di tengah euforia kenaikan indeks, beberapa saham berhasil mencetak keuntungan maksimal bagi para pemegangnya. Dua emiten perbankan dan industri makanan bahkan mencetak kenaikan yang mentok pada batas ARA, menandakan tingginya minat beli hingga melampaui penawaran yang ada.
Berikut adalah rincian saham-saham yang masuk dalam daftar cuan terbesar:
-
PT Bank Mega Tbk (MEGA): Melesat 24,77% ke level Rp 4.130 (ARA).
-
PT Sekar Bumi Tbk (SKBM): Melejit 24,56% ke level Rp 1.065 (ARA).
-
PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA): Terbang 33,33% ke Rp 192.
-
PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI): Naik 24,44% ke Rp 168.
-
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI): Meningkat 18,42% ke Rp 270.
-
PT Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI): Menanjak 18,18% ke Rp 650.
Sebaliknya, di sisi top losers, saham PT Indospring Tbk (INDS) mengalami tekanan jual paling berat dengan koreksi 14,75% hingga menyentuh batas Auto Rejection Bawah (ARB) di level Rp 2.080.
Perbandingan dengan Bursa Asia
Kinerja apik IHSG hari ini selaras dengan mayoritas bursa di kawasan Asia yang juga terpantau menguat. Hang Seng Hong Kong memimpin dengan kenaikan signifikan 2,18%, disusul Straits Times Singapura yang naik tipis 0,21%. Di sisi lain, bursa Shanghai (China) dan Nikkei (Jepang) sedang menutup aktivitas perdagangan karena hari libur nasional di negara tersebut.
Pihak otoritas bursa tetap menghimbau investor untuk tetap waspada terhadap volatilitas pasar, mengingat pergerakan indeks di sesi II seringkali dipengaruhi oleh aksi profit taking setelah kenaikan tajam di sesi pagi. Namun, dengan nilai transaksi yang cukup besar, IHSG diharapkan mampu menjaga ritme penguatannya hingga akhir hari perdagangan.
Dikutip dari investor.id 23/2/2026.