Universitas Indonesia (UI) mengonfirmasi rencana renovasi menyeluruh terhadap Gedung Perpustakaan Pusat di Kampus Depok setelah video yang menunjukkan kerusakan fasilitas tersebut viral di media sosial pada Sabtu, 9 Mei 2026. Penegasan ini disampaikan pihak universitas merespons keluhan publik terkait kondisi gedung yang bocor dan tidak terawat.
Kondisi memprihatinkan di area perpustakaan pertama kali mencuat melalui unggahan akun Threads @yourfavguyyyy yang memperlihatkan lantai berlumut, genangan air di sudut ruangan, hingga dinding yang mulai keropos. Penurunan fisik bangunan tersebut dilaporkan terjadi di beberapa lantai, termasuk pada sistem air siap minum atau water fountain.
Dilansir dari Medcom, manajemen UI menyatakan bahwa persiapan perbaikan besar-besaran sebenarnya telah dibahas melalui koordinasi lintas unit sebelum informasi mengenai kerusakan tersebut menyebar luas. Pihak kampus juga telah melakukan peninjauan Detail Engineering Design (DED) untuk rencana renovasi pada Selasa, 5 Mei 2026.
Dalam siaran pers nomor PENG-213/UN2.HIP/HMI.03/2026 tertanggal 8 Mei 2026, manajemen menjelaskan bahwa arsitektur gedung yang memiliki banyak area terbuka dan vegetasi di bagian atas rentan terhadap paparan cuaca. Faktor usia bangunan menyebabkan penurunan kualitas pada bagian fasad, dinding luar, serta lapisan kedap air atau sealant.
Proses pembenahan ini dijadwalkan mencakup penguatan sistem waterproofing, penggantian material fasad, hingga peningkatan standar keselamatan gedung. UI mengeklaim perbaikan sebelumnya sudah dilakukan secara berkala, namun saat ini dibutuhkan penanganan teknis yang lebih kompleks dengan biaya besar.
Kepala Perpustakaan UI, Luluk Tri Wulandari, memastikan bahwa aktivitas layanan bagi mahasiswa dan pengunjung tetap berjalan meskipun pekerjaan konstruksi nantinya akan dimulai. Manajemen saat ini tengah melakukan audit teknis dan mitigasi keselamatan agar area layanan tetap optimal digunakan selama proses renovasi.
"Perpustakaan UI menyampaikan apresiasi kepada sivitas dan masyarakat atas perhatian, masukan, dan kepedulian terhadap kondisi gedung perpustakaan. Seluruh masukan menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan kualitas fasilitas," ujar Luluk Tri Wulandari, M.Hum., Kepala Perpustakaan UI.
Pihak universitas berjanji akan menyampaikan penyesuaian operasional dan jadwal pengerjaan secara bertahap kepada publik. Fokus utama saat ini berada pada tahap audit final sebelum dimulainya pembongkaran dan penggantian material di titik-titik kerusakan utama.