Kemendikdasmen Percepat Revitalisasi SMK Guna Dorong Ekonomi Daerah

Program revitalisasi SMK Kemendikdasmen melibatkan puluhan pekerja lokal dan material wilayah sekitar guna menggerakkan ekonomi di berbagai daerah.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempercepat program revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal pada Selasa, 12 Mei 2026.

Program ini menyasar perbaikan infrastruktur sekolah yang rusak berat serta pembangunan ruang praktik baru guna mengatasi kekurangan fasilitas belajar di berbagai wilayah Indonesia. Dilansir dari Medcom, inisiatif tersebut juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat di sekitar lokasi proyek.

Direktur Jenderal Vokasi dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, mengungkapkan bahwa satu proyek revitalisasi sekolah mampu menyerap antara 22 hingga 34 tenaga kerja lokal. Selain itu, material pembangunan diprioritaskan dibeli dari penyedia di wilayah sekitar sekolah tersebut.

"Revitalisasi pendidikan vokasi tidak hanya berbicara soal pembangunan fisik. Yang paling penting adalah bagaimana membangun ekosistem pendidikan yang mampu melahirkan lulusan adaptif dan multitasking," ujar Tatang Muttaqin, Dirjen Vokasi dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen.

Data kementerian menunjukkan sekitar 60 persen SMK di Indonesia sebelumnya mengalami kekurangan ruang praktik. Kondisi ini memaksa sejumlah sekolah negeri yang menampung hingga 3.000 siswa untuk membagi jam belajar hingga sore hari.

Pemerintah kini memfokuskan pembangunan pada ruang praktik agar siswa tidak hanya terpaku pada teori, tetapi mampu menghasilkan produk nyata. Revitalisasi ini diprioritaskan untuk sekolah di wilayah tertinggal, terluar, dan daerah terdampak bencana alam.

Meski menghadapi tantangan administrasi lahan dan akses ke daerah terpencil, Kemendikdasmen menargetkan mayoritas proyek fisik ini selesai pada Juli 2026. Pemerintah juga sedang mengupayakan penambahan anggaran untuk memperluas jangkauan program ke lebih banyak sekolah.

Recommended