Persib Bandung dijatuhi sanksi denda fantastis mencapai Rp5 miliar sepanjang bergulirnya kompetisi BRI Super League 2025/2026 akibat akumulasi pelanggaran regulasi. Catatan pahit yang menjadi denda terbesar sepanjang sejarah klub tersebut dikonfirmasi oleh manajemen pada Selasa, 20 Mei 2026 sore di Graha Persib, Kota Bandung.
Nilai denda yang sangat besar ini menjadi bahan evaluasi serius bagi manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) untuk membenahi aspek kedisiplinan. Dilansir dari Bola, total denda tersebut dihitung sejak awal musim kompetisi bergulir akibat ketidakpatuhan terhadap aturan tata tertib yang berlaku.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan menyayangkan besarnya nilai denda tersebut karena dana tersebut sejatinya dapat dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur klub. Pihak manajemen merasa nominal tersebut hilang tanpa memberikan dampak positif bagi fasilitas tim Maung Bandung.
"Denda itu total kalau dari awal musim kita hitung-hitung tuh mungkin sudah lebih dari Rp5 miliar," kata Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT PBB.
Pihak manajemen kemudian memberikan rincian mengenai pemanfaatan dana tersebut andai tidak habis untuk membayar sanksi kompetisi. Anggaran sebesar itu dinilai cukup untuk melakukan renovasi total terhadap fasilitas lapangan penunjang performa tim.
"Rp5 miliar itu biaya yang bisa digunakan untuk merapihkan lapangan dari nol, menambah media tanam sampai 30 cm, mengganti rumput, dicopot semua diganti yang baru yang paling bagus itu Rp5 miliar cukup,” jelas Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT PBB.
Menjelang pertandingan terakhir yang krusial, manajemen mengimbau para pendukung untuk menjaga ketertiban umum. Bobotoh diminta secara khusus untuk menahan diri dari menyalakan cerawat atau kembang api di dalam area stadion demi kelancaran prosesi juara.
"Kami sangat melarang adanya flare, petasan, dan segala macam, spesifik ketika pertandingan berlangsung hingga perayaan angkat piala. Karena prosesi itu berhenti ketika pialanya diangkat," imbuh Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT PBB.
Larangan ini dikeluarkan demi menjaga kenyamanan bersama dan mencegah timbulnya sanksi baru dari operator liga. Manajemen menekankan bahwa gangguan asap dapat merugikan penonton layar kaca yang menyaksikan momen selebrasi.
"Takutnya secara broadcasting enggak bagus, enggak banyak orang yang bisa menikmati," tutur Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT PBB.
Kendati memahami bahwa penyalaan cerawat merupakan bagian dari ekspresi suporter, manajemen meminta kerja sama demi kelancaran acara resmi. Suporter diharapkan dapat mengikuti seluruh regulasi baku sebelum pesta bebas dimulai.
"Boleh saja itu dilakukan tapi nanti ya, tunggu sampai prosesinya selesai. Dari awal pertandingan sampai nanti angkat piala, jika kita juara, tolong ikuti semua aturan dan regulasi yang ada,” kata Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT PBB.
Persib Bandung dijadwalkan menghadapi Persijap Jepara pada laga pamungkas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 16.00 WIB. Pertandingan ini menjadi laga penentu bagi Persib untuk mengunci gelar hattrick juara secara beruntun.