Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) memasuki era baru di bawah kepemimpinan Hanif Sjahbandi. Gelandang Persija Jakarta ini didapuk sebagai presiden APPI untuk periode 2026-2029.
Fokus utama APPI di bawah kepemimpinan Hanif Sjahbandi adalah perlindungan pemain. Beberapa hal menjadi perhatian utama dalam menjalankan roda organisasi.
Isu rasisme yang menimpa pemain di liga profesional Indonesia, terutama di media sosial, menjadi perhatian serius. APPI memberikan layanan pendampingan kepada pemain yang menjadi korban rasisme.
"Kami sudah langsung berkomunikasi terhadap pemainnya sendiri, ingin bagaimana," kata Hanif Sjahbandi di Kantor APPI, Jakarta, Kamis (5-3-2026).
APPI memberikan dukungan kepada pemain yang menjadi korban rasisme sesuai dengan koridor organisasi, yaitu solidaritas, proteksi, dan edukasi. Pendampingan diberikan jika pemain ingin melanjutkan kasusnya ke proses hukum.
Mikael Tata, bek kiri Persebaya Surabaya, menjadi salah satu pemain yang mendapatkan pendampingan dari APPI setelah menjadi korban rasisme daring.
"Kami mencoba untuk tetap solidarity, APPI memberikan solidaritas terhadap pemain yang menjadi korban dan juga kami memberikan sisi proteksinya dengan cara mendampingi korban, ingin bagaimana, seperti itu," jelas Hanif.
Di sisi lain, Hanif Sjahbandi dipastikan absen hingga BRI Super League 2025/2026 berakhir karena cedera lutut. Melalui Instagram, ia menyampaikan pesan bahwa dirinya tidak akan menyerah dengan keadaan.
"Maaf. Qodarullah, saya harus absen karena cedera yang memaksa saya untuk naik ke meja operasi kembali. Ini adalah musim yang tidak mudah. Namun, banyak pelajaran berharga, dan dukungan dari kalian yang selalu membuat saya kuat," kata Hanif.
Ia juga menambahkan bahwa doa dan dukungannya akan selalu ada bersama tim hingga mencapai tujuan di musim ini.