Mirae Sekuritas Soroti Risiko Penurunan Cadangan Devisa dan Utang Negara

Analis Mirae Sekuritas mengingatkan risiko penurunan cadangan devisa dan lonjakan utang pemerintah di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan global.

Analis Mirae Sekuritas Jessica Tasijawa menyoroti risiko penurunan cadangan devisa dan lonjakan utang pemerintah Indonesia yang perlu diwaspadai pada Minggu (10/5/2026). Penurunan ketahanan eksternal ini terjadi di tengah tingginya ketidakpastian kebijakan perdagangan global.

Posisi cadangan devisa Indonesia dilaporkan menyusut menjadi USD146,2 miliar pada April 2026, turun dari posisi USD148,2 miliar pada Maret 2026. Penurunan ini dilansir dari Medcom dipicu oleh kewajiban pembayaran utang luar negeri serta intervensi Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas Rupiah.

Secara tahun berjalan (YTD), cadangan devisa telah berkurang sebesar USD10,3 miliar yang mengindikasikan tingginya biaya untuk stabilisasi nilai tukar. Meski menurun, Jessica menilai level cadangan saat ini masih mencukupi untuk menjaga ketahanan ekonomi dalam jangka pendek.

Kondisi fiskal juga mencatat kenaikan signifikan dengan total utang pemerintah mencapai Rp9.920,4 triliun per 26 Maret 2026 atau tumbuh 19 persen secara tahunan. Rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) kini menyentuh angka 40,75 persen.

"Risiko refinancing juga meningkat, terutama dengan jatuh tempo Surat Berharga Negara (SBN) yang diperkirakan mencapai puncaknya sebesar Rp886 triliun pada 2026," kata Jessica Tasijawa, Analis Mirae Sekuritas.

Jessica menambahkan bahwa ketergantungan pada pembiayaan pasar meningkat karena kebutuhan belanja negara yang besar belum seimbang dengan pertumbuhan pendapatan. Selain faktor internal, kebijakan proteksionis Amerika Serikat terkait tarif global turut membayangi sentimen perdagangan.

Di pasar keuangan, nilai lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) naik 20,2 persen menjadi Rp32,5 triliun dalam sepekan terakhir. Tenor 12 bulan menjadi instrumen paling diminati investor dengan penyerapan mencapai Rp25,4 triliun.

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun turun ke level 6,60 persen didukung oleh masuknya aliran modal asing. Nilai tukar Rupiah terpantau stabil pada kisaran Rp17.382 per dolar AS seiring melemahnya indeks dolar global.

Recommended