Pakar ITB Ingatkan Risiko Turunkan Oktan BBM pada Kendaraan Modern

Pakar otomotif ITB memperingatkan penurunan kualitas oktan BBM dapat merusak mesin kendaraan modern dan menurunkan performa mesin secara signifikan.

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, memperingatkan pemilik kendaraan modern di Jakarta untuk tidak menurunkan kualitas oktan BBM pada Selasa (21/4/2026). Langkah tersebut dinilai bukan solusi hemat karena justru berisiko menurunkan performa mesin dan memicu kerusakan jangka panjang.

Penggunaan jenis bahan bakar yang tidak sesuai dengan rasio kompresi mesin dapat memicu penurunan tenaga kendaraan antara 5 hingga 10 persen. Selain itu, konsumsi bahan bakar justru berpotensi membengkak sekitar 3 hingga 7 persen akibat pembakaran yang tidak sempurna sebagaimana dilansir dari Medcom.

Yannes menjelaskan bahwa setiap jenis BBM dirancang untuk spesifikasi mesin tertentu, seperti Pertamax Turbo dengan RON 98 yang dikhususkan bagi mesin berkompresi tinggi 12,1:1 hingga 14,0:1. Sementara itu, bahan bakar jenis Pertamax dengan RON 92 lebih ideal digunakan untuk mesin dengan rasio kompresi 10:1 hingga 11:1.

"Jika mesin mobil yang memiliki rasio kompresi tinggi tersebut diberikan Pertamax RON 92 yang cocok untuk mesin dengan rasio kompresi 10:1 hingga 11:1, maka bisa menyebabkan penurunan performa 5-10 persen, konsumsi BBM naik 3-7 persen, serta risiko knocking ringan dan saat akselerasi terasa berat," kata Yannes Martinus Pasaribu, Pakar otomotif ITB.

Meski banyak kendaraan modern saat ini telah dibekali teknologi knock sensor untuk menyesuaikan waktu pengapian, fitur tersebut tidak dirancang untuk penggunaan BBM berkualitas rendah dalam jangka panjang. Risiko keausan komponen tetap mengintai, terutama pada mesin yang menggunakan sistem turbocharger atau supercharger.

Pemilik kendaraan diimbau untuk selalu merujuk pada buku manual pabrikan guna memastikan spesifikasi BBM yang tepat bagi mesin mereka. Pengendara perlu mewaspadai gejala teknis seperti munculnya suara menggelitik atau getaran berlebih pada mesin saat melakukan akselerasi sebagai indikasi ketidakcocokan bahan bakar.

Jika gejala penurunan performa tersebut mulai dirasakan, pengguna disarankan untuk segera mengisi kembali tangki kendaraan dengan BBM beroktan tinggi sesuai rekomendasi pabrikan. Hal ini penting dilakukan guna mencegah kerusakan mekanis permanen pada komponen internal mesin kendaraan.

Recommended