Kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, menyoroti performa lini belakang timnya yang belakangan ini rentan kebobolan di BRI Super League 2025/2026.
Teranyar, saat Persija ditahan imbang 2-2 oleh Borneo FC Samarinda di Jakarta International Stadium (JIS) pada Selasa (3/3/2026), gawang mereka kemasukan dua gol.
Dalam lima pertandingan terakhir, Macan Kemayoran telah kebobolan delapan gol. Rinciannya, dua gol dari Arema FC, satu gol dari PSM Makassar, dua gol dari Malut United, dan dua gol dari Borneo FC.
Dalam empat laga terakhir, Andritany Ardhiyasa kembali dipercaya mengawal gawang Persija, menggantikan Carlos Eduardo.
Mengenai performa lini belakang Persija yang dianggap kurang solid, Rizky Ridho berjanji akan meningkatkan fokusnya. Ia menyatakan bahwa timnya sering kebobolan di menit-menit krusial pertandingan.
"Tentunya kami jarang clean sheet karena kami juga kebobolan pada menit menit pertengahan dan akhir pertandingan," ujar Rizky Ridho.
Ridho menambahkan, kesalahan individu mungkin menjadi penyebab kebobolan tersebut. Ia berharap timnya dapat lebih fokus dan disiplin dalam menjalankan instruksi pelatih.
"Mungkin kami harus lebih fokus dan konsentrasi lebih lagi, karena mungkin, ada kesalahan individu dari kami yang mengakibatkan kita kebobolan," ucapnya.
Saat melawan Borneo FC, Persija kehilangan kemenangan di depan mata setelah Ikhsan Nul Zikrak mencetak gol pada menit 90'+4, mengubah skor menjadi 2-2.
Akibat hasil imbang ini, Persija gagal mendekati Persib Bandung di puncak klasemen sementara dan tertinggal tiga poin.
"Jadi ke depannya agar lebih baik lagi dan mengikuti apa yang diinstruksikan pelatih dengan baik dan disiplin," tutur Ridho.