Ronald Araujo Ungkap Perjuangan dengan Kesehatan Mental

Kapten Barcelona, Ronald Araujo, terbuka tentang masalah kesehatan mental yang dialaminya setelah cuti dari sepak bola.

Kapten Barcelona, Ronald Araujo, untuk pertama kalinya berbicara secara terbuka mengenai perjuangannya melawan masalah kesehatan mental yang dialaminya sejak mengambil cuti dari aktivitas sepak bola.

Araujo sempat absen selama empat pekan setelah menerima kartu merah saat melawan Chelsea pada akhir November 2025, yang menjadi titik puncak dari masalah yang dihadapinya.

Selama masa istirahatnya, Araujo bekerja sama dengan ahli kesehatan mental untuk pemulihan dan mengambil jeda dari sepak bola. Ia juga melakukan perjalanan ziarah ke Yerusalem yang disebutnya sebagai kunci pemulihannya. Dalam wawancara dengan Mundo Deportivo, Araujo menjelaskan bahwa kondisinya kini jauh lebih baik.

"Banyak hal berubah karena saya belajar begitu banyak selama masa ini. Saya pikir itu keputusan yang tepat setelah apa yang saya alami. Saya merasa berbeda dan bahagia tentang hal itu, karena saya lebih tenang dan lebih bahagia. Saya bisa menikmati apa yang saya cintai, yaitu bermain sepak bola, dan itu sangat membantu," ujar Araujo.

Araujo menambahkan, dirinya melihat segalanya dari perspektif yang berbeda dan merasa masa terburuk telah berlalu. Ia merasa seperti orang yang benar-benar berbeda setelah mengatasi masalahnya dengan bantuan profesional, keluarga, dan secara spiritual.

Bek asal Uruguay itu menjelaskan bahwa bukan hanya kartu merah saat melawan Chelsea yang memicu penurunan kondisi mentalnya, melainkan momen ketika ia menyadari harus mengubah sesuatu.

"Itu gabungan banyak hal. Saya sudah lama tidak merasa baik, mungkin lebih dari satu setengah tahun. Anda mencoba tetap kuat, mungkin karena latar belakang dan asal-usul Anda, Anda terus memaksakan diri, tetapi saya merasa tidak baik-baik saja," ungkap Araujo.

Araujo menjelaskan bahwa masalahnya bukan hanya dalam olahraga, tetapi juga dalam keluarga dan kehidupan pribadi. Ia merasa tidak menjadi dirinya sendiri dan menyadari bahwa ada sesuatu yang salah dan perlu meminta bantuan. Araujo mengaku sebagai tipe orang yang menyimpan semuanya sendiri, tetapi ia memahami pentingnya berbicara dan meminta bantuan profesional untuk menghadapi situasi tertentu.

Pesepak Bola Juga Manusia Biasa

Araujo mengaku telah berjuang melawan rasa cemas selama lebih dari setahun dan kemudian mengalami depresi, tetapi tetap terus bermain.

"Saya telah berjuang melawan kecemasan selama satu setengah tahun yang kemudian berubah menjadi depresi, dan saya tetap bermain dalam kondisi seperti itu. Itu tidak membantu, karena di lapangan saya tidak benar-benar merasa menjadi diri sendiri. Saya tahu nilai dan kontribusi yang bisa saya berikan, dan ketika saya tidak merasa baik, saya tahu ada yang salah," kata Araujo.

Araujo menekankan bahwa status sebagai pesepak bola tidak memberikan perlindungan khusus terhadap tekanan mental. Ia mengatakan bahwa pesepak bola juga manusia yang memiliki perasaan dan menderita karena hal-hal yang terjadi di lapangan.

"Pada akhirnya, kami adalah manusia, bukan hanya pesepak bola. Ini bukan semata tentang uang atau ketenaran. Kami juga menderita karena hal-hal yang terjadi di lapangan. Kami memang beruntung bisa melakukan pekerjaan ini, tetapi tetap ada manusia di balik semuanya, ada perasaan," urai Araujo.

Araujo berterima kasih atas dukungan yang diterimanya saat memutuskan untuk berhenti sejenak dan menekankan pentingnya memahami bahwa di balik status pesepak bola, mereka tetaplah manusia.

Perhatian Khusus dari Hansi Flick

Araujo juga menceritakan proses membuka diri kepada klub dan staf pelatih. Ia memuji dukungan rekan-rekan setimnya serta pemain lain di seluruh Eropa, tetapi orang pertama yang ia hubungi adalah Direktur Sepak Bola, Deco.

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, memberikan perhatian khusus kepada Araujo.

"Dia menanggapinya dengan sangat serius. Dia sedih dengan situasi ini. Flick tahu kemampuan saya, dan jelas saya tidak tampil maksimal. Dia tahu ada sesuatu yang salah. Sejak awal, dia mengirim pesan agar saya tenang dan fokus pada pemulihan, bahwa yang terpenting adalah melewati masa ini dengan baik," tutur Araujo.

Araujo merasa tenang karena mendapat dukungan dari klub, pelatih, dan rekan setim.

Recommended