Rupiah Melemah ke Level Rp17.347 per Dolar AS pada Kamis Pagi

Nilai tukar rupiah turun 0,34 persen ke posisi Rp17.347 per dolar AS pada perdagangan Kamis pagi akibat pergeseran sentimen pasar global ke aset berisiko.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) merosot ke zona merah pada pembukaan perdagangan Kamis pagi, 7 Mei 2026. Mata uang Garuda tercatat turun sebesar 59,1 poin atau 0,34 persen ke posisi Rp17.347 per dolar AS pada pukul 09.09 WIB.

Pelemahan ini terjadi di tengah pergeseran sentimen pasar global yang mulai beralih ke instrumen aset berisiko. Dilansir dari Medcom yang mengutip data Investing, pelemahan rupiah ini terjadi justru saat indeks dolar AS (DXY) mengalami koreksi tipis sebesar 0,04 persen ke level 97,835.

Di pasar regional Asia, rupiah juga terpantau melemah terhadap mayoritas mata uang tetangga. Ringgit Malaysia tercatat menguat 0,40 persen terhadap rupiah, Yen Jepang naik 0,15 persen, dan Yuan China mengalami penguatan sebesar 0,12 persen.

Meskipun demikian, rupiah terpantau masih mampu mencatatkan penguatan tipis terhadap Euro sebesar 0,05 persen dan Baht Thailand sebesar 0,17 persen. Pergerakan pasar saat ini dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang mulai menunjukkan sinyal positif.

Laporan Axios menyebutkan bahwa Gedung Putih dan Teheran semakin dekat untuk mencapai nota kesepahaman terkait isu nuklir. Kesepakatan tersebut diperkirakan akan mencakup moratorium pengayaan nuklir oleh Iran serta peluang pencabutan sanksi ekonomi oleh Amerika Serikat.

Jika kesepakatan tersebut terealisasi, distribusi minyak mentah di Selat Hormuz diprediksi akan kembali dibuka secara penuh. Kondisi ini dinilai dapat menstabilkan pasokan energi dunia serta mengurangi tekanan volatilitas di pasar keuangan internasional.

Wall Street Journal melaporkan bahwa dokumen tersebut akan menjadi dasar untuk rencana negosiasi yang lebih luas dalam satu bulan mendatang. Hingga saat ini, para investor masih cenderung bersikap waspada sambil menunggu kepastian kebijakan moneter global lebih lanjut.

Recommended