Rupiah Melemah ke Level Rp17.363 Terhadap Dolar AS Jumat Pagi

Nilai tukar rupiah merosot ke posisi Rp17.363 per USD pada Jumat (8/5/2026) pagi akibat penguatan indeks dolar AS dan sentimen pasar global.

Nilai tukar rupiah mengalami depresiasi terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga menyentuh level Rp17.363,7 per USD pada perdagangan Jumat pagi, 8 Mei 2026. Penurunan ini terpantau melalui aplikasi pasar keuangan Investing pada pukul 09.20 WIB.

Mata uang Garuda tercatat melemah sebesar 109,7 poin atau setara 0,64 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Dilansir dari Medcom, penguatan dolar AS juga terlihat dari kenaikan Indeks Dolar AS sebesar 0,16 persen ke posisi 98,102.

Kenaikan indeks tersebut menandakan bahwa mata uang AS sedang menjadi incaran para investor di pasar global. Selain dolar AS, sejumlah mata uang negara Asia lainnya juga terpantau menguat terhadap rupiah pada sesi perdagangan yang sama.

Yen Jepang berada di level Rp110,67 atau menguat 0,13 persen, sementara Baht Thailand naik 0,11 persen ke posisi Rp538,003. Yuan Tiongkok juga mengalami kenaikan tipis sebesar 0,05 persen pada level Rp2.551,55 per yuan.

Berbeda dengan tren mata uang Asia lainnya, mata uang Euro terpantau stagnan pada level Rp20.347. Di sisi lain, Ringgit Malaysia justru melemah 0,05 persen terhadap rupiah dan diperdagangkan di posisi Rp4.434,13.

Kondisi pasar uang hari ini dipengaruhi oleh dinamika internasional, termasuk fluktuasi harga emas dunia. Meski menguat pagi ini, dolar AS sebenarnya masih berada di bawah tekanan seiring meredanya tensi geopolitik di beberapa kawasan.

"De-eskalasi lebih lanjut di Timur Tengah, seperti Iran menerima kesepakatan yang diusulkan AS dan pembukaan kembali Selat Hormuz secara bertahap, dapat terus mendukung kenaikan FX Asia," kata analis MUFG dalam sebuah catatan.

Recommended