Rusia Akan Kirim Kembali Minyak ke Kuba di Tengah Blokade AS

Rusia berencana mengirimkan pasokan minyak kedua ke Kuba, melanjutkan pengiriman perdana sebelumnya di tengah sanksi blokade bahan bakar dari Amerika Serikat.

Rusia berencana untuk kembali mengirimkan pasokan minyak ke Kuba. Jika terealisasi, ini akan menjadi pengiriman kedua setelah sebelumnya sebuah kapal tanker berbendera Rusia telah tiba di pulau tersebut beberapa waktu lalu. Langkah ini penting untuk Kuba, terutama di tengah blokade bahan bakar yang diberlakukan oleh Amerika Serikat.

Menteri Energi Rusia, Sergei Tsivilev, melalui laporan kantor berita Interfax yang dikutip dari Detik Finance pada Jumat (3/4/2026), menyatakan bahwa kapal tanker yang akan menuju Kuba saat ini sedang dalam proses pemuatan barang. Hal ini menandai kelanjutan komitmen Rusia dalam membantu kebutuhan energi Kuba.

Sebelumnya, sebuah kapal tanker Rusia yang mengangkut sekitar 700.000 barel minyak mentah telah merapat di terminal minyak Matanzas, Kuba. Kedatangan kapal tersebut merupakan pengiriman minyak berskala besar pertama dalam kurun waktu sekitar tiga bulan terakhir, memberikan sedikit kelegaan bagi Kuba.

Pengiriman minyak ini berlangsung di tengah kebijakan blokade bahan bakar yang diterapkan oleh Pemerintahan Presiden AS Donald Trump terhadap Kuba. Kebijakan ini bertujuan untuk menekan rezim di Kuba, namun secara signifikan memengaruhi ketersediaan energi di negara tersebut.

Meski demikian, Presiden Trump diketahui memberikan pengecualian khusus untuk pengiriman minyak ini dengan alasan kemanusiaan. Keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan bahwa kondisi di Kuba memerlukan bantuan pasokan esensial.

Trump menjelaskan bahwa setiap keputusan terkait pengecualian blokade akan ditangani secara spesifik berdasarkan kasus per kasus. Ini menunjukkan adanya fleksibilitas dalam kebijakan AS meskipun blokade secara umum tetap diberlakukan.

Recommended