Senne Lammens Jadi Oase Ketenangan di Gawang MU

Senne Lammens tampil tenang dan penuh kendali di gawang Manchester United, kontras dengan pendahulunya.

Di tengah tekanan yang dihadapi Manchester United, Senne Lammens hadir memberikan ketenangan di bawah mistar gawang.

Penampilan Lammens menimbulkan pertanyaan bagaimana jadinya jika Andre Onana yang bermain. Everton menerapkan strategi agresif dengan mengirim bola mati ke area penjaga gawang. Hal ini bisa menjadi mimpi buruk jika Onana yang mengawal gawang.

Namun, kiper asal Belgia ini menampilkan karakter yang berbeda. Ia tenang, sederhana, dan penuh kontrol. Penampilannya berbanding terbalik dengan kesan tidak stabil yang sering diperlihatkan pendahulunya.

Sejak direkrut dari Royal Antwerp dengan nilai transfer 18,2 juta paun, Lammens memberikan kontribusi signifikan. Jika rekrutan musim panas dinilai berdasarkan harga dan dampaknya, Lammens layak disebut sebagai salah satu yang terbaik di Eropa musim ini.

Michael Carrick, pelatih MU, menjelaskan pengaruh Lammens, "Seorang penjaga gawang harus bisa diandalkan dan dipercaya. Alih-alih menciptakan kekacauan, ia harus bisa meredamnya dan menenangkan keadaan. Senne adalah sosok seperti itu."

Carrick menambahkan, "Dia memang terlihat pendiam dan sederhana, tetapi ada mental baja di dalam dirinya. Beradaptasi dengan peran sebesar ini bukanlah hal yang mudah, namun dia menjalaninya dengan ketenangan dan kontrol diri."

Kehadiran Edwin van der Sar sebagai analis terasa simbolis. Perbandingan antara Lammens dan Van der Sar, terutama dari sisi karakter, sulit dihindari. Carrick mengakui adanya kemiripan tersebut, namun ia berhati-hati agar tidak membandingkan mereka secara langsung.

Peran Pemandu Bakat MU

Di balik keberhasilan transfer ini, ada peran penting dari pemandu bakat kiper MU, Tony Coton. Coton mendorong kuat nama Lammens setelah sebelumnya tidak sepakat dengan perekrutan Onana. Keputusan itu kini terlihat sangat tepat.

Sepanjang laga melawan Everton, Lammens tidak pernah tampak panik meski terus ditekan. Kemampuannya menangkap dan meninju bola menjadi kunci clean sheet Setan Merah. Ia juga melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis tembakan keras Michael Keane.

Carrick menuturkan, "Lompatan level yang dia alami itu besar, dan cara dia menghadapinya serta langsung beradaptasi menunjukkan kepribadiannya."

Tak Mudah Diintimidasi

Sejak tiba di MU, Lammens memimpin di antara kiper Liga Inggris dalam kategori penyelamatan berdasarkan XGoT (expected goals on target).

Lammens mengakui kerasnya duel melawan Everton. "Everton sangat fisik, jadi kami tahu bola mati akan sulit, tetapi itu kekuatan saya, jadi saya senang," ungkapnya.

"Transisi saya berjalan baik. Saya terus berkembang dan makin percaya diri. Jika saya dibandingkan dengan Edwin van der Sar, itu tentu selalu menyenangkan!", kata Lammens.

Recommended