Wali Kota London, Sadiq Khan, melontarkan kritik keras terhadap kesepakatan penggunaan London Stadium oleh West Ham United pada Selasa (12/5/2026), di tengah ancaman degradasi yang membayangi klub tersebut. Khan menilai perjanjian yang diteken era pendahulunya itu berisiko membebani keuangan publik lebih dalam.
Kekhawatiran ini muncul karena West Ham kini tertahan di peringkat ke-18 klasemen sementara Premier League dengan sisa dua pertandingan. Jika The Hammers turun kasta ke Championship, kerugian ekonomi bagi pembayar pajak di London diprediksi akan meningkat signifikan.
Dilansir dari Bola, Sadiq Khan memperingatkan bahwa City Hall dan para pembayar pajak terancam kehilangan pemasukan hingga 2,5 juta paun atau sekitar Rp50 miliar per tahun. Kondisi ini terjadi karena penurunan pendapatan komersial stadion tidak diikuti dengan berkurangnya biaya operasional.
"Wali kota sebelumnya, Boris Johnson, membuat kesepakatan terburuk yang bisa dibayangkan," ujar Sadiq Khan, Wali Kota London. Ia menambahkan bahwa bagi West Ham, kontrak tersebut sangat menguntungkan karena mereka mendapatkan fasilitas stadion kelas dunia dengan biaya sewa yang sangat minim.
Berdasarkan rincian kontrak berdurasi 99 tahun tersebut, West Ham hanya diwajibkan membayar biaya sewa tahunan sekitar 4,4 juta paun. Namun, Greater London Authority (GLA) tetap memikul beban biaya besar untuk pengamanan, stewarding, dan pemeliharaan rutin stadion selama hari pertandingan.
Risiko finansial semakin bengkak di kasta kedua karena jumlah pertandingan kandang di Championship lebih banyak, yakni 23 laga dibandingkan 19 laga di Premier League. Penambahan jumlah laga ini secara otomatis meningkatkan biaya operasional keamanan yang harus disubsidi dari uang pajak warga London.
Khan bahkan memberikan pernyataan sarkastis dengan menyarankan warga London yang bukan pendukung Tottenham Hotspur untuk mendukung keselamatan West Ham di liga. Saat ini, Tottenham berada satu tingkat di atas zona merah dan belum sepenuhnya aman dari kejaran tim-tim di bawahnya.
Situasi ini menempatkan tekanan besar pada GLA untuk mengelola anggaran operasional London Stadium. Penurunan pemasukan dari hak siar dan sponsor di kasta bawah dipastikan akan memperlebar celah defisit yang harus ditutup oleh pemerintah kota dalam tahun-tahun mendatang.