Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengkritik langkah International Monetary Fund (IMF) yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada Rabu (15/4/2026). IMF menurunkan estimasi pertumbuhan menjadi sekitar 3 persen untuk tahun 2026 akibat ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Kritik tersebut muncul karena Bessent menilai lembaga keuangan internasional tersebut melakukan reaksi yang berlebihan terhadap situasi di Timur Tengah. Berdasarkan laporan dari Detik Finance yang mengutip Reuters, Bessent menyoroti efektivitas skema subsidi di berbagai negara Eropa dan Asia.
"Saya pikir mereka mungkin bereaksi berlebihan, tetapi kita lihat saja nanti," kata Scott Bessent, Menteri Keuangan Amerika Serikat. Ia menekankan bahwa banyak negara telah melakukan mitigasi melalui subsidi untuk mengatasi gangguan pasokan energi yang memicu inflasi.
Bessent menyatakan keyakinannya bahwa Amerika Serikat memiliki ketahanan yang cukup untuk menghadapi gejolak harga minyak dunia. Ia menegaskan pemerintah AS tidak perlu menerapkan skema subsidi serupa yang berisiko memperlebar beban pinjaman serta meningkatkan tekanan inflasi domestik.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Keuangan AS tersebut juga mengingatkan para pimpinan IMF dan Bank Dunia untuk kembali pada tugas pokok organisasi. Ia meminta kedua lembaga tersebut fokus pada penjagaan stabilitas makroekonomi dan mendukung pembangunan global secara berkelanjutan.
Selain kritik terhadap proyeksi ekonomi, Bessent menyampaikan apresiasi atas perubahan kebijakan Bank Dunia yang kini mengizinkan pendanaan proyek tenaga nuklir. Menurutnya, arah kebijakan IMF dan Bank Dunia saat ini sudah mulai selaras dengan prioritas kepentingan strategis pemerintah Amerika Serikat.
Kerja sama antara AS dan lembaga internasional tersebut diklaim telah memberikan hasil nyata, termasuk keberhasilan membawa kembali Venezuela ke dalam sistem keuangan global. Bessent juga mengonfirmasi bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi intensif untuk menyelaraskan program-program masa lalu dengan visi kemitraan saat ini.