Pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan belajar mengajar mulai diterapkan di berbagai sekolah, termasuk di daerah terpencil. SD Negeri 020 Sepaku, yang terletak di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menjadi salah satu contohnya. Sekolah ini memanfaatkan Super Aplikasi Rumah Pendidikan untuk mendukung kegiatan belajar siswa.
Aplikasi tersebut dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikdasmen. Pemanfaatannya dilakukan dalam kegiatan pembelajaran di laboratorium komputer sekolah.
Sebanyak 155 siswa dari total 328 siswa di SDN 020 Sepaku atau sekitar 47,2% telah menggunakan fitur Ruang Murid. Aplikasi ini digunakan untuk mengakses berbagai materi pembelajaran digital.
Menurut Syarinah, seorang guru di SDN 020 Sepaku, sebagian siswa awalnya merasa asing dengan penggunaan perangkat komputer dalam kegiatan belajar. "Awalnya banyak siswa yang masih canggung menggunakan perangkat digital. Sekarang mereka mulai lebih terbiasa membuka aplikasi, mengakses materi, dan mencoba fitur-fitur yang ada," ujarnya.
Aplikasi ini digunakan secara berkala di laboratorium komputer sekolah, sekitar dua kali sebulan dengan durasi dua jam pelajaran setiap kali pertemuan. Guru mendampingi siswa saat mereka mengakses materi pembelajaran dan fitur interaktif yang tersedia.
Beberapa fitur yang dimanfaatkan antara lain Buku Digital, Lab Maya, serta permainan edukasi untuk membantu penyampaian materi secara visual.
Syarinah menambahkan bahwa materi pembelajaran berbasis visual sangat membantu dalam menarik perhatian siswa. "Sebagian siswa lebih mudah memahami materi jika disampaikan melalui gambar atau tampilan visual. Itu yang biasanya kami manfaatkan ketika menggunakan aplikasi," katanya.
Selain siswa, guru juga memanfaatkan forum diskusi di tingkat sekolah dan kelompok kerja guru untuk berbagi pengalaman dalam penggunaan aplikasi tersebut.
Yudhistira Nugraha, Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikdasmen, menyampaikan bahwa pemanfaatan platform digital di sekolah diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran yang lebih beragam, terutama di wilayah dengan keterbatasan sumber belajar.
Menurut Yudhistira, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan dapat memperluas akses terhadap materi pembelajaran. "Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat membantu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih beragam bagi siswa," pungkasnya.