Semen Padang FC Takluk 0-2 dari Persib, Imran Nahumarury Soroti Peluang Terbuang

Semen Padang FC harus menelan kekalahan 0-2 dari Persib Bandung dalam laga pekan ke-26 BRI Super League 2025/2026. Pelatih Imran Nahumarury soroti efektivitas tim.

Semen Padang FC menelan pil pahit setelah dikalahkan Persib Bandung dengan skor 0-2 pada lanjutan pekan ke-26 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Minggu (5/4/2026), menunjukkan Persib tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.

Dua gol kemenangan tim berjuluk Maung Bandung tersebut dicetak oleh Ramon Tangue, masing-masing pada menit ke-32 dan 70. Hasil ini membuat Persib semakin kokoh di puncak klasemen sementara dengan raihan 61 poin, sementara Semen Padang masih tertahan di zona degradasi, tepatnya di peringkat ke-17 dengan 20 angka, seperti dilansir dari Bola.com.

Pelatih Semen Padang, Imran Nahumarury, tidak ingin mencari kambing hitam atas kekalahan ini. Ia justru mengapresiasi semangat juang dan mentalitas para pemainnya yang tampil spartan menghadapi Persib. "Jujur, saya tidak senang dengan hasilnya karena saya selalu ingin menang. Namun, saya salut semua pemain telah tampil luar biasa," tutur Imran.

Imran juga menyoroti efektivitas lini serang kedua tim. Menurutnya, Semen Padang memiliki beberapa peluang, namun sepak bola dinilai dari gol. "Persib bermain efektif, setiap peluang menjadi gol. Itu perbedaan kedua tim malam ini," jelasnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan Imran Nahumarury, sebagaimana dikutip dari Sumbardaily.com, yang memohon maaf kepada suporter dan masyarakat Padang atas hasil yang tidak sesuai harapan. "Saya meminta maaf untuk para suporter dan masyarakat Padang karena kita tidak bisa mendapatkan tiga poin. Kita tahu seperti apa Persib," ujarnya.

Pentingnya Perbaikan di Sisa Musim

Mantan gelandang Timnas Indonesia ini menambahkan bahwa progres positif terlihat dari spirit dan mentalitas pemain Semen Padang dalam sepekan terakhir. Kondisi mental yang bagus ini diharapkan menjadi modal penting untuk delapan pertandingan sisa musim ini. "Satu progres bagus di tim ini adalah semangat dan mental pemain. Kita sudah melihat efeknya di pertandingan tadi. Semua elemen tim harus menjaga kondisi ini," ungkapnya.

Imran Nahumarury mengingatkan bahwa kekalahan dari Persib bukanlah akhir perjalanan bagi timnya. Ia menegaskan pentingnya menanamkan mental pemenang hingga akhir musim untuk menghindari degradasi. "Kita masih punya delapan pertandingan lagi. Sangat penting ditanamkan di benak para pemain, kami harus menang, menang, dan menang di pertandingan berikutnya jika tidak mau degradasi," tegasnya.

Debut Ade Kristiano yang Menjanjikan

Selain menyoroti performa tim secara keseluruhan, Imran Nahumarury juga memberikan pujian khusus kepada Ade Kristiano yang melakukan debutnya musim ini. Bek tengah berusia 22 tahun itu dinilai tampil apik dan tidak gugup meskipun menghadapi tim besar seperti Persib.

"Saya memainkan Ade bukan untuk mengisi slot pemain U-22, tapi murni karena dia sangat bagus di latihan. Saya melihat dia tidak gugup, meskipun pada debutnya menghadapi tim besar seperti Persib," jelas Imran. Ade Kristiano sendiri merasa bersyukur atas menit bermain penuh yang diberikan kepadanya. "Terima kasih kepada coach Imran telah memberi saya menit bermain. Jujur, ada sedikit perasaan gugup, tapi itu saya jadikan motivasi untuk lebih baik lagi di pertandingan selanjutnya," tuturnya.

Kekalahan ini membuat Semen Padang FC masih tertahan di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan 20 poin, bersaing ketat dengan Madura United FC yang memiliki poin sama di peringkat ke-16. Persaingan di papan bawah BRI Super League 2025/2026 semakin ketat, menuntut Semen Padang untuk segera bangkit dan meraih hasil positif demi bertahan di kasta tertinggi.

Recommended