SKK Migas Dorong Peningkatan Produksi Migas dari Lapangan Tua

SKK Migas meresmikan uji coba injeksi chemical di Lapangan Meruap, Jambi, sebagai upaya meningkatkan produksi migas nasional.

SKK Migas meresmikan uji coba (field trial) injeksi chemical di Lapangan Meruap, Sarolangun, Jambi. Diharapkan, langkah ini dapat menjadi pendorong baru dalam meningkatkan produksi minyak dan gas (migas) nasional dari lapangan-lapangan yang sudah berumur (mature).

Kerja Sama Operasi Pertamina EP-Samudera Energy Bandar Wijaya Property (KSO BWP Meruap) menjalankan kegiatan uji coba injeksi chemical sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan produksi melalui penerapan Enhanced Oil Recovery (EOR). Program ini bertujuan menjaga ketahanan energi dan mendukung target lifting minyak pemerintah.

General Manager KSO BWP Meruap, Ani Surakhman, mengapresiasi dukungan SKK Migas sejak awal hingga pendampingan teknis, sehingga peresmian berjalan sesuai target waktu.

"Kepala SKK Migas hadir langsung di sini memberikan sebuah suntikan semangat bagi kami untuk dapat melakukan kegiatan dan produksi dengan semaksimal mungkin," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Selasa (3/3/2026).

Proyek ini menjadi uji coba lapangan pertama di area KSO bersama PT Pertamina EP. Ani berharap hasilnya dapat menjadi rujukan pengembangan EOR pada lapangan sejenis.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menjelaskan bahwa Lapangan Meruap saat ini berada pada tahap produksi ketiga dan tergolong lapangan mature. Penurunan tekanan reservoir dan peningkatan water cut menjadi tantangan yang dihadapi.

"Pelaksanaan field trial ini menjadi secercah harapan untuk implementasi injeksi chemical yang lebih komprehensif di lapangan-lapangan mature di Indonesia," jelasnya.

Djoko menegaskan, uji coba injeksi chemical ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mengoptimalkan produksi dari lapangan yang sudah ada, mengurangi ketergantungan pada eksplorasi berisiko tinggi, dan menjaga keberlanjutan produksi minyak nasional di tengah dinamika energi global.

Ia mengingatkan tim untuk mengutamakan aspek Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan (HSE) dalam setiap pekerjaan.

"Keselamatan pekerja, perlindungan lingkungan, serta kepatuhan terhadap regulasi adalah prioritas yang tidak dapat ditawar," kata Djoko.

Lapangan Meruap dikerjasamakan dengan BWP Meruap melalui skema KSO sejak Juli 2014. Produksi puncaknya pernah mencapai 5.000 barel minyak per hari (BOPD) pada tahap primer dan 2.500 BOPD pada tahap sekunder.

Uji coba injeksi chemical ini menargetkan peningkatan perolehan hidrokarbon yang dapat diproduksi secara ekonomis hingga sekitar ±16% melalui 16 sumur (3 sumur injeksi dan 13 sumur produksi). Program ini juga diharapkan menambah cadangan sekitar 50 ribu barel serta mendorong produksi menjadi 280 BOPD, atau naik lebih dari 50% dari baseline 180 BOPD untuk tiga pola tersebut.

Recommended