Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memacu peningkatan produksi migas nasional melalui penggunaan teknologi Multi Stage Fracturing (MSF) pada Selasa (21/4/2026). Langkah strategis ini diterapkan di Wilayah Kerja Rokan, Provinsi Riau, untuk mengoptimalkan sumur yang memiliki kualitas reservoir rendah.
Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Rikky Rahmat Firdaus, melakukan peninjauan langsung ke proyek sumur MSF BLSE-050 di lapangan Balam South East. Dilansir dari Detik Finance, teknologi ini difokuskan untuk membuka jalur aliran minyak pada lapangan yang sudah berumur namun masih memiliki cadangan besar.
Optimalisasi teknologi perekahan batuan bertekanan tinggi ini merupakan bagian dari program Triple 100 yang dicanangkan pemerintah. Program tersebut mencakup target 100 sumur eksplorasi, 100 multi-stage fracturing, serta 100 tambahan sumur pengembangan guna memperkuat ketahanan energi nasional.
"Melalui teknologi ini, kita dapat membuka jalur aliran minyak yang sebelumnya sulit diproduksikan, sehingga potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara lebih optimal," ujar Rikky Rahmat Firdaus, Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas.
General Manager PHR Zona Rokan, Andre Wijanarko, menjelaskan bahwa pihaknya berencana mengeksekusi 15 sumur MSF sepanjang tahun 2026. Belasan sumur tersebut tersebar di tiga lapangan utama, yakni Balam South East, Bangko, dan Kotabatak dengan masing-masing lima sumur.
Penerapan metode MSF pada sumur horizontal ini dinilai sebagai proyek profil tinggi karena membutuhkan biaya dan tantangan operasional yang besar. Meski demikian, teknologi ini diharapkan mampu memberikan hasil produksi yang signifikan dibandingkan metode konvensional pada batuan yang sulit mengalirkan minyak secara alami.
Saat ini, dua sumur pertama telah menyelesaikan tahap perekahan pertama dan dijadwalkan mulai beroperasi atau onstream pada akhir Mei 2026. Selain itu, dua sumur lainnya masih dalam tahap pengeboran, sementara empat sumur tambahan telah siap untuk memulai proses pengeboran.
Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, CW Wicaksono, menyatakan pihaknya terus melakukan pengawasan ketat dan koordinasi berkelanjutan dengan PT Pertamina Hulu Rokan. Pengawalan ini bertujuan memastikan proyek strategis tersebut berjalan efisien dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja.