Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat program digitalisasi bagi pedagang pasar tradisional guna memperkuat daya saing UMKM dalam ekosistem ekonomi digital pada Minggu (19/4/2026). Langkah ini bertujuan memastikan seluruh pelaku usaha kecil di Jakarta memiliki akses setara terhadap teknologi finansial.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyatakan bahwa transformasi digital menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang inklusif. Penegasan ini muncul seiring upaya pemerintah mendorong pedagang masuk ke ekosistem transaksi yang lebih cepat dan transparan.
Dilansir dari Detik iNET, aktivitas ekonomi di Jakarta mencatatkan perputaran dana yang signifikan mencapai sekitar Rp67,5 triliun selama periode perayaan akhir tahun hingga April 2026. Angka tersebut didorong oleh rangkaian acara Jakarta Festive Wonder serta geliat UMKM lokal.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, juga menginisiasi program mudik ke Jakarta yang dilaporkan berhasil membukukan transaksi hingga Rp20 miliar. Dinamika ekonomi ini menunjukkan posisi kuat Jakarta sebagai pusat pertumbuhan nasional yang terus bergerak dinamis.
"Kita ingin memastikan semua warga punya tempat, semua punya ruang, dan semua punya harapan di kota ini," kata Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar pelaku usaha kecil tidak tertinggal oleh arus kemajuan teknologi.
Program Jakpreneur dan pembinaan melalui Perumda Pasar Jaya menjadi instrumen utama dalam mempercepat adopsi teknologi di lapangan. Fokus pendekatan mencakup penyediaan infrastruktur teknologi sekaligus edukasi berkelanjutan untuk mengubah perilaku konsumen dan pedagang.
Dalam upaya mendukung ekosistem ini, PT Netzme Kreasi Indonesia (Netzme) berperan sebagai mitra kolaborator yang menyediakan solusi pembayaran digital. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah penggunaan QRIS Soundbox untuk menjamin keamanan transaksi di pasar tradisional.
CCO Netzme, Bayu Wijanarto, menjelaskan bahwa kolaborasi ini menyasar pelaku usaha akar rumput yang selama ini sulit menjangkau teknologi finansial. Penggunaan teknologi praktis diharapkan dapat menghapus hambatan digital bagi pedagang di level terbawah.