SMBC Indonesia Salurkan Kredit Rp191,8 Triliun pada Triwulan I-2026

PT Bank SMBC Indonesia Tbk membukukan penyaluran kredit Rp191,8 triliun dan lonjakan dana murah CASA sebesar 40,6 persen pada awal tahun 2026.

PT Bank SMBC Indonesia Tbk mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp191,8 triliun pada triwulan I-2026 yang diumumkan pada Sabtu (25/4/2026) di Jakarta. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dilansir dari Medcom, pertumbuhan kredit tersebut ditopang oleh segmen korporasi dan komersial yang naik 4,1 persen yoy. Selain itu, pembiayaan dari Jenius (di luar Digital Micro) meningkat 12 persen yoy, diikuti Grup OTO sebesar 5 persen yoy, dan BTPN Syariah sebesar 3,7 persen yoy.

Struktur pendanaan bank turut menguat melalui lonjakan dana murah atau current account saving account (CASA). Saldo CASA SMBC Indonesia melonjak 40,6 persen yoy menjadi Rp59 triliun pada akhir Maret 2026, naik signifikan dari posisi Rp41,9 triliun pada tahun lalu.

Peningkatan ini mendorong rasio CASA naik dari 35,7 persen menjadi 44,1 persen. Kondisi ini mencerminkan efisiensi biaya dana yang lebih berkelanjutan bagi perseroan di tengah dinamika pasar keuangan awal tahun ini.

"Peningkatan CASA ini memperkuat struktur pendanaan Perseroan serta mendukung efisiensi biaya dana, sehingga kinerja dapat tetap terjaga secara berkelanjutan," jelas Henoch Munandar, Direktur Utama SMBC Indonesia.

Dari sisi profitabilitas, laba bersih setelah pajak secara konsolidasi tercatat sebesar Rp456 miliar. Sementara itu, laba bersih bank saja tumbuh 6,5 persen yoy menjadi Rp221 miliar, yang mengindikasikan kinerja operasional inti tetap stabil.

Total aset perusahaan juga mengalami kenaikan 4,1 persen yoy menjadi Rp250,0 triliun hingga akhir Maret 2026. Pertumbuhan aset ini didukung oleh peningkatan aset likuid sebesar 22,2 persen yoy, terutama melalui penempatan pada surat berharga.

Manajemen risiko yang proaktif berhasil menurunkan biaya kredit sebesar 7,9 persen yoy menjadi Rp1,2 triliun. Upaya ini dibarengi dengan menjaga tingkat cadangan yang memadai guna memastikan kualitas portofolio tetap terjaga di berbagai segmen bisnis.

Kinerja anak usaha turut memberikan dampak positif, dengan BTPN Syariah mencatat laba Rp319 miliar dan Grup OTO membukukan laba Rp113 miliar atau melonjak 45,5 persen yoy. Rasio permodalan (CAR) bank terjaga pada level 29,63 persen.

Recommended