Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan kabar baik kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai kondisi stok beras nasional. Berdasarkan data dua hari sebelumnya, stok beras berada pada level tertinggi, mencapai sekitar 4 juta ton.
Amran memprediksi angka ini akan terus meningkat dan dapat mencapai sekitar 5,216 juta ton pada bulan berikutnya. Ia mengklaim cadangan beras ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun atau sekitar 324 hari.
Namun, Amran juga menyampaikan bahwa anggaran yang tersedia saat ini hanya cukup untuk dua minggu ke depan. Oleh karena itu, ia meminta dukungan anggaran tambahan kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang sebelumnya telah dibahas.
"Ini tertinggi cadangan kita, ini cukup untuk 324 hari, sampai akhir tahun cukup cadangan kita sekarang untuk beras. Kemudian, hanya saja Pak Menkeu, anggarannya tinggal untuk 2 minggu, kalau bisa tambah anggaran kemarin, yang sudah disepakati," ujar Amran dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (!3/3/2026).
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sempat menanggapi permintaan tersebut dengan candaan. Namun, Amran menjelaskan bahwa anggaran yang diminta sudah disepakati dan bersifat pinjaman sementara, bukan berasal dari APBN.
Selain beras, Amran juga melaporkan peningkatan ekspor CPO Indonesia sekitar 6 juta ton, dari 26 juta ton menjadi 32 juta ton. Kebutuhan CPO untuk program biofuel domestik diperkirakan mencapai 5,3 juta ton. Total ekspor sektor pertanian juga mengalami kenaikan sekitar 28%.
Kinerja sektor pertanian juga tercermin dari pertumbuhan PDB sektor tersebut yang mencapai 5,74%, tertinggi dalam 25 tahun terakhir. Peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) juga disoroti, mencapai level tertinggi dalam 33 tahun terakhir. Kondisi ini dipengaruhi kebijakan pemerintah, termasuk kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan penurunan harga pupuk sekitar 20%.
"Kemudian PDB sektor pertanian ini tertinggi selama 25 tahun, 5,74% PDB sektor pertanian. Kemudian NTP, tingkat kesejahteraan pertani, tertinggi selama 33 tahun. Ini karena kebijakan Bapak Presiden, HPP dinaikkan dan juga harga pupuk turun 20% tanpa membebani Menteri Keuangan," tutup Amran.