Borneo FC Andalkan ‘Jalur Langit’ di BRI Super League

Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, menyebut \

Menjelang laga tandang melawan Persija di Jakarta International Stadium (JIS) pada Selasa (3/3/2026), Manajer Borneo FC Samarinda, Dandri Dauri, memberikan pernyataan terbuka mengenai performa timnya di BRI Super League 2025/2026.

Dandri mengungkapkan bahwa meskipun sempat ada kendala terkait izin latihan di JIS, Borneo FC tetap mampu bersaing berkat dukungan dari "jalur langit". Ia juga membahas kepindahan Fajar Fathur Rahman ke Persija dan menegaskan bahwa timnya tidak selalu membutuhkan pemain mahal.

Dandri menampik anggapan bahwa perubahan pemain di bursa transfer paruh musim memengaruhi performa timnya. Borneo FC, menurutnya, mengandalkan faktor eksternal di luar kemampuan manusia.

"Tidak ada. Kita ini, ya saya bilang, Borneo FC itu bersama siapa? Jalur langit itu. Alhamdulillah, jalur langit yang menolong kami sampai sekarang," ujar Dandri.

Dandri juga menjelaskan kronologi kepindahan Fajar Fathur Rahman ke Persija. Fajar, yang telah membela Borneo FC sejak September 2020, memilih untuk hijrah ke Persija setelah kontraknya habis pada Desember tahun lalu.

"Ya, kemauannya pemain. Dijelaskan, kan punya agen dia. Fajar punya agen," tutur Dandri.

Presiden Borneo FC, Nabil Husien, sebenarnya sempat berupaya menahan Fajar agar tidak pindah di tengah musim.

"Mungkin dari hati ke hati antara Bos Nabil juga sudah memberikan masukan. Saya juga berharap habiskan kompetisi lebih dulu, baru pindah," imbuh Dandri.

Dandri menambahkan bahwa Borneo FC menghormati keputusan Fajar dan agennya. Ia berharap Fajar dapat meraih prestasi yang lebih baik di klub barunya.

"Tetapi, yang namanya Fajar atau agennya mau, ya silakan. Kami tidak ada masalah sebenarnya," imbuh Dandri.

"Selama dia pindah dan bisa berprestasi lebih, kami bersyukur. Yang penting tali silaturahmi tetap terjaga, apalagi bulan puasa," ucapnya.

Pemain Loyal Lebih Diutamakan

Dandri mengungkapkan bahwa mayoritas pemain Borneo FC saat ini berasal dari Elite Pro Academy (EPA). Ia mengaku tidak menyangka timnya dapat mencapai posisi saat ini di klasemen.

"Saya tidak menyangka saya sampai di sini. Demi Allah, saya tidak menyangka tim ini sampai di sini. Saya istirahat tahun lalu, kembali menjabat manajer tahun ini dengan materi pemain rata-rata dari EPA. Seniornya ada beberapa waktu itu," ungkap Dandri.

Menurutnya, kunci keberhasilan Borneo FC adalah loyalitas pemain, bukan hanya skill individu atau harga transfer yang mahal.

"Saya cuma bilang kalau memang kami mau bekerja sama, saya tidak perlu pemain mahal, pemain pintar, tetapi yang penting loyal dulu. Akhirnya pelan-pelan kami menjawab."

"Artinya, berproses sampai hari ini kami berada di posisi itu. Alhamdulillah sebenarnya bisa mewarnai papan atas. Mudah-mudahan ke depannya juga terus akan begini," lanjutnya.

Dandri juga menanggapi persaingan di musim ini, di mana Borneo FC masih berada di jalur juara bersama Persib Bandung dan Persija.

Recommended