Gejolak ekonomi dunia akibat perang antara Amerika Serikat (AS) & Israel melawan Iran turut memengaruhi sektor pasar modal. Investor disarankan untuk berhati-hati dan menyusun strategi portofolio yang tepat.
Chief Investment Officer (CIO) Sinarmas Asset Management, Genta Wira Anjalu, menekankan pentingnya diversifikasi investasi ke berbagai kelas aset. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas portofolio saat pasar mengalami fluktuasi.
Diversifikasi menjadi kunci di tengah ketidakpastian. Investasi dapat dialokasikan ke berbagai produk dengan kelas aset berbeda untuk mencapai fungsi diversifikasi. Hal ini disampaikan Genta dalam acara Market Outlook Sinarmas Asset Management di Grand Hyatt Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Perubahan persepsi risiko investor sering kali memicu pergeseran antar kelas aset. Kondisi ini mendorong investor untuk mengurangi investasi pada aset berisiko (risk off) dan mengalihkan dana ke aset yang lebih aman seiring meningkatnya ketidakpastian pasar.
Sebagian investor pada akhirnya memilih instrumen yang lebih aman. Kondisi ini dikenal sebagai flight to quality, di mana dana dipindahkan ke aset-aset yang dianggap lebih aman seperti US dollar dan emas.
Sebagai alternatif investasi di tengah ketidakpastian, Sinarmas Asset Management meluncurkan Reksadana Global berbasis S&P 500 ESG Shariah Index. Produk ini dirancang untuk memberikan akses kepada investor Indonesia terhadap perusahaan global dengan fundamental kuat yang memenuhi prinsip ESG dan syariah.