Israel dan AS Diduga Serang Iran, Penerbangan Sipil Dialihkan

Serangan udara terkoordinasi diduga dilakukan Israel dan AS terhadap Iran. Wilayah udara Iran dilaporkan kosong dari penerbangan sipil.

Serangan udara yang diduga dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat dilaporkan menyasar Iran, menyebabkan wilayah udara negara tersebut dikosongkan dari penerbangan sipil.

Pantauan detikINET dari aplikasi Flightradar24 pada Sabtu (28/2/2026) menunjukkan bahwa wilayah udara Iran tidak lagi dilintasi penerbangan komersial. Pesawat-pesawat dialihkan rutenya.

Pesawat dari Asia sebagian memilih rute memutar ke utara melalui Afghanistan, Turkmenistan, Azerbaijan, Turki, lalu menuju Eropa, atau sebaliknya. Sementara itu, rute selatan, selain yang menuju UEA dan Qatar, dialihkan melalui Arab Saudi, Mesir, dan Laut Mediterania untuk mencapai Eropa dan sebaliknya.

Selain Iran, wilayah udara Irak juga terpantau kosong di Flightradar24. Biasanya, wilayah udara Iran menjadi jalur penerbangan dari Dubai dan Qatar menuju Asia Tengah, seperti Kazakhstan dan Rusia.

Sebelumnya, otoritas Iran mengumumkan penutupan wilayah udaranya hingga pemberitahuan lebih lanjut. Penutupan ini terjadi setelah serangkaian ledakan terdengar di Teheran dan beberapa wilayah lain pada Sabtu (28/2) waktu setempat.

"Wilayah udara seluruh negeri ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut," kata juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran, seperti dikutip kantor berita Tasnim dan dilansir AFP, Sabtu (28/2/2026).

Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi adanya serangan udara Israel terhadap negara tersebut, yang disebut sebagai agresi udara oleh "rezim Zionis".

Recommended