Subsidi BBM Aman hingga Akhir 2026, Stok Impor Akan Dialihkan

Pemerintah menegaskan harga BBM tidak akan naik hingga akhir 2026. Fiskal Indonesia kuat menopang subsidi, di tengah upaya pengalihan sumber impor BBM.

Pemerintah Indonesia mengambil keputusan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global akibat konflik di Timur Tengah. Salah satu kebijakan krusial adalah penundaan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), meskipun harga minyak dunia terus merangkak naik karena kendala rantai pasok.

Kementerian Keuangan telah menegaskan bahwa harga BBM tidak akan dinaikkan setidaknya hingga akhir 2026. Kebijakan ini dapat terimplementasi berkat kekuatan fiskal dalam negeri yang masih mampu menopang beban subsidi kepada masyarakat.

“Jadi itu saya ingin menegaskan lagi, masyarakat nggak usah khawatir, nggak usah spekulasi bahwa saya kehabisan uang. Gini-gini uangnya banyak nih, beunghar, beunghar (kaya raya). Jadi, uang kita cukup. Jadi, setiap kebijakan yang diberikan tadi, tentu ada konsekuensi biayanya ke kami dan kami sudah hitung cukup,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa, dikutip dari Detik Finance, dalam konferensi pers di Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).

Lebih lanjut, kebijakan menahan harga BBM bukan hanya bertujuan untuk menjaga ekonomi masyarakat, tetapi juga menenangkan kondisi psikologis publik. Dengan demikian, tidak naiknya harga BBM nonsubsidi diharapkan tidak memicu kenaikan harga pasokan lainnya.

Meski demikian, penundaan kenaikan harga BBM nonsubsidi ini perlu diimbangi dengan penambahan stok. Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menyoroti bahwa meskipun anggaran negara mencukupi, ketersediaan minyak di pasar internasional mengalami penurunan. Oleh karena itu, persediaan BBM domestik harus terus dijaga.

Menanggapi hal tersebut, Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia, menyebutkan bahwa pemerintah sedang mengkaji rencana pengalihan sumber impor BBM. Beberapa negara yang menjadi calon sumber impor BBM Indonesia antara lain Amerika, Australia, dan Rusia.

“Jadi, kita jangan milih-milih sekarang. Kita dari negara mana aja yang penting ada. Itu pun kita masih harus berebut dengan negara lain,” kata Bahlil, dilansir dari Detik Finance, Senin (6/4).

Pemerintah juga berupaya menekan konsumsi energi masyarakat melalui penerapan kebijakan Work From Home (WFH) bagi ASN dan pekerja swasta.

Berita dari daerah melaporkan insiden ledakan sebuah pabrik baja di Waru, Malang, Jawa Timur, pada Senin (6/4) siang, sebagaimana dirangkum dari Detik Jatim. Peristiwa ini mengejutkan warga sekitar, bahkan lontaran partikel ledakan menyebabkan kerusakan pada rumah-rumah yang berdekatan dengan lokasi kejadian.

Sementara itu, dari Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat, warga menemukan benda mirip torpedo di kawasan pantai sebelah barat area wisata tersebut. Polisi telah menerjunkan tim Jihandak untuk mempelajari dan mengamankan benda temuan ini, demikian dikutip dari Detik Bali.

Gerakan "Gendut Berlari" Dorong Hidup Sehat

Menutup rangkaian berita, sebuah komunitas unik bernama "Gendut Berlari" hadir sebagai wadah aman dan mendukung bagi individu yang merasa tidak percaya diri berolahraga di ruang publik. Inisiatif ini digagas oleh kreator konten asal Solo, Topik Sudirman, pada April 2025.

Ide ini muncul dari pengalaman pribadinya saat ingin menurunkan berat badan, namun justru kerap menerima komentar negatif. Bersama rekan-rekannya, Topik membentuk gerakan sosial ini sebagai ruang yang inklusif untuk memulai hidup sehat.

Recommended