Ilmuwan NASA mengungkapkan hasil studi kelayakan misi pengiriman manusia untuk mengambil sampel dari sistem planet Saturnus yang diperkirakan memakan waktu hingga 17 tahun pada Jumat (8/5/2026). Durasi perjalanan yang sangat lama ini menjadi tantangan utama bagi keberlangsungan hidup astronaut selama misi berlangsung.
Dilansir dari Detik iNET, rencana misi ambisius ini mencakup pengumpulan sampel dari Enceladus yang memiliki samudra dalam dan Titan yang kaya akan danau metana. Jarak yang sangat jauh membuat durasi perjalanan pulang-pergi melampaui kemampuan operasional misi antariksa saat ini.
Geoffrey Landis, fisikawan dan ilmuwan roket di NASA, menjelaskan bahwa aspek logistik pangan menjadi kendala signifikan karena setiap astronaut memerlukan sekitar 12 ton makanan. Angka tersebut didasarkan pada kebutuhan nutrisi seimbang sebesar 2 kilogram asupan per hari selama masa misi 17 tahun.
"Perjalanan pulang perginya memakan waktu yang sangat lama, 17 tahun berangkat dan pulang, jadi ini bukanlah misi yang cepat. Itu mungkin agak terlalu lama bagi manusia," kata Geoffrey Landis, fisikawan dan ilmuwan roket di NASA.
Untuk mengatasi masalah bahan bakar, ilmuwan mengusulkan pemanfaatan sumber daya di Titan untuk memproduksi propelan secara mandiri. Atmosfer Titan yang kaya metana serta keberadaan es air dapat diolah menjadi bahan bakar untuk kendaraan pemulangan tanpa harus membawa cadangan penuh dari Bumi.
Skema yang diusulkan melibatkan pengiriman misi tak berawak terlebih dahulu sebagai unit produksi bahan bakar otomatis di permukaan Titan. Setelah stok tersedia, kru manusia baru akan diberangkatkan untuk mengambil sampel dan mengisi ulang daya di lokasi tersebut sebelum melakukan perjalanan pulang.
Selain masalah pangan dan durasi, paparan radiasi kosmik jangka panjang juga menuntut perlindungan ekstra pada struktur pesawat yang akan menambah bobot kendaraan. Landis menegaskan perlunya pengembangan sistem propulsi berdaya dorong lebih kuat, seperti reaktor nuklir, untuk memangkas waktu tempuh yang saat ini masih mengandalkan sistem kimiawi.