Persaingan sengit dalam perebutan gelar juara BRI Super League 2025/2026 menjadi sorotan. Mantan pelatih pemenang Liga Indonesia, Bernardo Tavares, memberikan pandangannya terhadap tiga klub teratas yang memanaskan kompetisi, sebagaimana dilansir dari Bola.
Hingga pekan ke-26, Persib Bandung memimpin klasemen sementara dengan 61 poin, diikuti Borneo FC Samarinda dengan 57 poin, dan Persija Jakarta yang mengumpulkan 52 poin.
Secara teoretis, Persib memiliki kans besar untuk mencetak threepeat atau hattrick juara Liga Indonesia, dengan Borneo FC Samarinda menjadi penantang terkuat. Meskipun demikian, Persija Jakarta masih memiliki peluang matematis, meskipun pintu menuju gelar bisa tertutup rapat jika Persib terus meraih kemenangan di pertandingan mendatang.
Pekan ke-26 BRI Super League 2025/2026 menyajikan beberapa hasil tak terduga, termasuk kekalahan Persija Jakarta 2-3 dari Bhayangkara FC. Sementara itu, Persib Bandung berhasil mengamankan kemenangan penting 2-0 atas Semen Padang, yang semakin memperkokoh posisi mereka di puncak.
Menjelang pertandingan Persebaya melawan Persija pada pekan ke-27 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2026), Tavares yang akan memimpin Persebaya memberikan analisisnya. "Saya pikir secara jujur analisis skuad, saya pikir Persib punya lebih banyak keuntungan," ujar Tavares pada sesi konferensi pers, Jumat (10/4/2026).
Ia menambahkan, "Karena mereka ada di posisi pertama, dan di beberapa posisi bukan hanya dua pemain bagus, tapi tiga pemain, empat pemain, karena mereka punya banyak pemain yang bisa isi posisi berbeda. Jadi saya pikir saat ini peluang jadi juara lebih tinggi. Juga karena punya lebih banyak poin."
Tavares juga mengakui kekuatan Borneo FC. "Tapi Borneo FC punya pemain bagus. Dan kita bisa lihat laga terakhir kami, laga Persebaya di sana saat kami kebobolan lima gol dengan gol-gol luar biasa, tembakan dari luar kotak penalti. Mereka punya pemain yang kuat dalam transisi menyerang. Borneo FC menurut saya jadi kejutan di liga musim ini. Mereka buat scouting yang bagus," tuturnya.
Peluang Persija dan Pentingnya Kerja Sama Tim
Meskipun tertinggal dalam perolehan poin, Tavares menegaskan bahwa Persija tidak boleh menyerah. "Tapi Persija juga, saya pikir Persija tidak bisa menyerah, karena mereka juga punya skuad yang bagus. Banyak opsi untuk posisi," jelasnya.
Ia menyoroti pertandingan terakhir Persija melawan Bhayangkara FC, di mana Persija sempat unggul namun kemudian hasil pertandingan berubah cepat akibat tembakan dari luar kotak penalti dan tendangan bebas. "Itulah kenapa sepak bola kadang sangat luar biasa. Karena kadang tim besar punya anggaran besar, dan tim lain tidak sebesar itu, tapi dalam sepak bola hal-hal bisa terjadi, kejutan bisa terjadi," imbuhnya.
Pelatih asal Portugal ini juga menekankan pentingnya kerja sama tim. "Dan nanti kami butuh itu. Kami juga perlu coba buat kerja sama tim. Karena kalau hanya pikir individu, kami juga punya pemain individu yang bagus. Tapi ini bukan permainan individu, ini permainan tim. Dan nanti untuk dapat sukses di sini, untuk dapat hasil bagus, untuk dapat penampilan bagus, kami butuh permainan tim," ucap Tavares.
Bernardo Tavares sendiri berhasil membawa PSM Makassar menjadi juara Liga 1 2022/2023, mengungguli Persija yang saat itu menjadi runner-up.
8 Pertandingan Tersisa
Tavares, yang mulai meracik Persebaya sejak akhir Desember 2025, telah membawa tim berjuluk Bajul Ijo itu menempati peringkat keenam dengan 42 poin, dengan peluang menyodok ke empat besar masih terbuka.
Mengingat masih ada delapan pertandingan tersisa, yang berarti 24 poin maksimal bisa diperebutkan, persaingan masih sangat terbuka. "Dan untuk menutup jawaban, Persib, Borneo FC, dan Persija, karena masih ada delapan pertandingan tersisa, itu 24 poin," kata Tavares.
"Kita bisa analisis jadwal, tapi saya pikir ketiga tim akan kehilangan poin. Jadi saya percaya Persib, jika tidak ada hal yang terjadi, saya pikir mereka akan jadi juara," pungkasnya, menunjukkan keyakinan pada peluang Persib untuk meraih gelar.