Telkom Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp17,8 Triliun Sepanjang 2025

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatat laba bersih Rp17,8 triliun pada tahun buku 2025 di tengah akselerasi strategi transformasi TLKM 30.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk resmi melaporkan perolehan laba bersih sebesar Rp17,8 triliun untuk tahun buku 2025 pada Selasa (12/5/2026). Pencapaian ini diraih di tengah langkah perseroan melakukan percepatan depresiasi aset sebagai bagian dari agenda transformasi perusahaan.

Data kinerja keuangan yang dilansir dari Medcom menunjukkan pendapatan konsolidasi perseroan mencapai Rp146,7 triliun sepanjang tahun lalu. Meskipun mencatatkan hasil solid, laba bersih tersebut mengalami kontraksi sebesar 9,5 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya (YoY) akibat kebijakan akuntansi baru.

EBITDA konsolidasi tercatat sebesar Rp72,2 triliun dengan margin EBITDA berada pada posisi 49,2 persen. Sementara itu, laba bersih yang dinormalisasi (normalized net income) berada di angka Rp22,7 triliun dengan margin sebesar 15,4 persen.

"Lewat strategi TLKM 30, Telkom memantapkan arah transformasi yang lebih terstruktur untuk mengakselerasi terwujudnya visi sebagai penggerak ekosistem digital nasional yang berdaya saing global," kata Dian Siswarini, Direktur Utama Telkom.

Penurunan laba bersih secara nominal dipicu oleh penyesuaian kebijakan akuntansi dan penyajian laporan keuangan sesuai mandat Danantara Indonesia. Langkah ini melibatkan pengaturan ulang masa manfaat aset yang berdampak pada peningkatan beban depresiasi untuk memperkuat tata kelola perusahaan.

Dari sisi operasional, segmen B2C yang dikelola Telkomsel menyumbang pendapatan sebesar Rp109,2 triliun. Kenaikan trafik data sebesar 15 persen secara tahunan menjadi pendorong utama pemulihan kinerja pada segmen seluler dan fixed broadband tersebut.

Lini bisnis infrastruktur B2B juga menunjukkan pertumbuhan positif dengan kontribusi pendapatan Rp8,9 triliun atau naik 9,2 persen YoY. Sektor ini didukung oleh perluasan jaringan pusat data (data center) dan ekspansi bisnis fiber yang terus masif dilakukan perusahaan.

Anak usaha Telkom, Mitratel, mencatatkan pendapatan Rp9,5 triliun dengan margin laba bersih 22,2 persen. Selain itu, bisnis Wholesale & International Service melalui Telin mencatat pendapatan Rp10,7 triliun dengan jangkauan 27 sistem kabel laut internasional.

Kepercayaan investor tetap terjaga dengan catatan Total Shareholder Return (TSR) mencapai 35,7 persen pada 2025. Angka ini mencakup capital gain 28,4 persen dan dividend yield 7,3 persen, didukung program pembelian kembali saham yang berlanjut hingga Mei 2026.

Recommended