PSIM Yogyakarta dijadwalkan menantang tuan rumah Bhayangkara FC dalam lanjutan pekan ke-28 kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, pada Jumat (17/4/2026) sore.
Laskar Mataram datang dengan misi memutus tren negatif setelah gagal mengemas kemenangan dalam empat pertandingan terakhir. Dilansir dari Bola, skuad asuhan Jean-Paul van Gastel saat ini tertahan di peringkat kesembilan klasemen dengan perolehan 38 poin.
Kondisi tim tamu tidak ideal karena kehilangan duo bek asing, Yusaku Yamadera dan Franco Ramos, yang harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning. Selain itu, gelandang Rakhmatsho Rakhmatzoda dipastikan absen akibat cedera, sementara status Riyatno Abiyoso masih menunggu tim medis.
"Kondisinya baik, mereka bekerja keras. Namun, kami memiliki beberapa pemain yang cedera dan terkena suspensi sehingga persiapannya sedikit lebih rumit," kata Jean-Paul van Gastel, pelatih PSIM Yogyakarta pada Selasa (14/4/2026).
Van Gastel juga belum bisa menurunkan penyerang sayap asal Belanda, Anton Fase, yang telah menepi sejak Desember tahun lalu karena masalah engkel. Meski diterpa krisis pemain, pelatih asal Belanda tersebut menegaskan anak asuhnya tetap menunjukkan semangat tinggi dalam sesi latihan.
Sorotan juga tertuju pada disiplin pemain setelah PSIM menerima enam kartu kuning pada laga sebelumnya melawan PSM Makassar. Van Gastel menilai banyaknya kartu tersebut tidak mencerminkan permainan kasar timnya, melainkan dinamika yang lumrah terjadi dalam kompetisi di Indonesia.
Bhayangkara FC yang kini menghuni peringkat kelima dengan 44 poin menjadi tantangan berat bagi PSIM. Pada pertemuan pertama musim ini, PSIM sempat unggul 1-0 atas tim berjuluk The Guardian tersebut melalui gol tunggal Rakhmatsho Rakhmatzoda.
Pertandingan di Lampung ini menjadi krusial bagi kedua tim untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara musim 2025/2026. Fokus utama Laskar Mataram saat ini adalah menjaga konsistensi permainan tanpa terpengaruh oleh kekuatan lawan maupun absennya sejumlah pemain kunci.