Telkom Resmikan Community Gateway Wamena Perkuat Jaringan Papua Pegunungan

Telkom Group meresmikan Community Gateway di Wamena untuk meningkatkan kapasitas internet hingga 40 Gbps di wilayah Papua Pegunungan.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui anak usahanya, Telkomsat, meresmikan infrastruktur Community Gateway di Stasiun Bumi Sedang, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, pada Minggu, 10 Mei 2026. Fasilitas ini berfungsi sebagai tulang punggung utama konektivitas digital untuk mengatasi kendala geografis di wilayah Papua Pegunungan.

Pembangunan infrastruktur tersebut bertujuan memeratakan akses informasi di daerah yang sulit dijangkau jaringan kabel terestrial. Kehadiran gerbang internet ini diproyeksikan mampu mendongkrak kapasitas transportasi data dari kondisi saat ini sebesar 7 Gbps menjadi maksimal 40 Gbps secara bertahap.

Dilansir dari Detik iNET, peresmian fasilitas tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, serta Plt Direktur Utama Telkomsat Rizal Ahmad Fauzi. Proyek ini merupakan tindak lanjut dari pemerataan sovereign infrastructure nasional.

"Teknologi satelit memiliki keunggulan dalam menjangkau wilayah dengan kondisi geografis yang menantang seperti pegunungan Papua, yang tidak seluruhnya dapat dijangkau jaringan terestrial," ujar Plt Direktur Utama Telkomsat, Rizal Ahmad Fauzi. Ia menambahkan bahwa sistem ini memungkinkan layanan publik dan ekonomi digital tumbuh lebih cepat.

Berbeda dengan Community Gateway di Merauke yang hanya berfungsi sebagai jalur cadangan, fasilitas di Wamena ditetapkan sebagai jalur utama atau main link. Skema ini dipilih karena tingginya tingkat utilisasi internet di wilayah tersebut yang memerlukan latensi lebih stabil dan koneksi yang lebih andal.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan bahwa akses digital merupakan hak seluruh warga negara tanpa terkecuali. Perusahaan berkomitmen memastikan masyarakat di wilayah timur Indonesia tidak tertinggal dalam transformasi digital nasional meskipun menghadapi tantangan alam yang berat.

Infrastruktur ini mengusung konsep open access platform yang dapat digunakan oleh penyedia jasa internet (ISP) lokal maupun operator telekomunikasi lain. Fleksibilitas ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem digital secara kolektif di tanah Papua.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Angga Raka Prabowo, menyatakan bahwa pembangunan ini adalah bagian dari prioritas nasional untuk mengubah tantangan geografis menjadi peluang ekonomi. Pemerintah kini fokus memastikan infrastruktur tersebut dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat setempat untuk menunjang aktivitas ekonomi digital.

Recommended