Penampilan Timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026 menyisakan banyak cerita, meskipun skuad Garuda gagal meraih gelar juara setelah takluk 0-1 dari Bulgaria di partai final. Namun, performa anak asuh John Herdman patut diapresiasi, terutama dengan taktik cerdas yang diterapkannya.
Seperti diberitakan oleh Bola, Indonesia mampu mendikte permainan Bulgaria hampir di sepanjang laga, menciptakan dua hingga tiga peluang gol yang sayangnya belum berbuah hasil. Bulgaria, tim dengan peringkat 87 FIFA, hanya bisa mencetak satu-satunya gol melalui eksekusi penalti Marin Petkov pada menit ke-38. Bahkan, Bulgaria yang sebelumnya menghajar Kepulauan Solomon 10-2, memilih strategi bertahan saat menghadapi Jay Idzes dan rekan-rekan.
Meskipun kalah, Timnas Indonesia tidak dihujani kritik. Sebaliknya, publik Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) memberikan aplaus kepada seluruh pemain dan pelatih John Herdman, menyadari upaya maksimal yang telah diberikan.
Persiapan yang terbatas, dengan tim berkumpul pada 24 Maret dan langsung menghadapi Saint Kitts and Nevis tiga hari kemudian, serta Bulgaria pada 30 Maret, tidak mengurangi semangat dan soliditas skuad. Meski demikian, tim masih menghadapi krisis di lini serang, di mana Ole Romeny menjadi andalan utama, sementara penyerang lain dinilai belum mencapai standar.
Menurut Bola, John Herdman mendukung para pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang berkarier di BRI Super League 2025/2026. Keberadaan pemain diaspora ini memberikan dampak positif di FIFA Series 2026. Herdman menyadari kendala kelelahan akibat jetlag dan jadwal padat Liga Eropa yang dialami pemain abroad, ditambah adaptasi dengan suhu dan cuaca lembab Jakarta.
Untuk mengatasinya, Herdman menerapkan rotasi cerdas. Di laga perdana melawan Saint Kitts and Nevis yang berakhir 4-0 untuk Indonesia, pemain abroad seperti Jay Idzes, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Ole Romeny, dan Elkan Baggott diturunkan di babak pertama. Saat mereka mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan, John Herdman memasukkan pemain naturalisasi Super League seperti Ivar Jenner, Eliano Reijnders, dan Mauro Zijlstra. Pergantian ini menjaga keseimbangan permainan karena para pemain pengganti sudah terbiasa dengan iklim Indonesia, memungkinkan mereka bermain lebih spartan.
Tiga hari kemudian, saat menghadapi Bulgaria, John Herdman menurunkan skuad terbaik yang telah beristirahat cukup, termasuk semua pemain abroad di starting XI. Rotasi juga dilakukan di posisi kiper, dari Maarten Paes kepada Emil Audero. Joey Pelupessy, Nathan Tjoe-A-On, Ragnar Oratmangoen, dan Justin Hubner juga tampil sejak menit awal. Dalam kondisi bugar, mereka tampil trengginas. Ketika stamina pemain abroad mulai menurun, kembali para pemain naturalisasi dari Super League menjadi kartu truf untuk menjaga tekanan dan penguasaan permainan hingga akhir.
Lima Pemain Kunci Timnas Indonesia
Di balik hasil FIFA Series 2026, ada lima pemain yang menunjukkan performa menonjol dan layak mendapat acungan jempol.
Jay Idzes: Jantung Pertahanan yang Solid
Jay Idzes menjadi pilar tak tergantikan di lini belakang Timnas Indonesia. Pengalamannya bermain di Serie A membuatnya menjadi menara kokoh sekaligus mampu melancarkan serangan balik mematikan. Ia bertarung hingga akhir di kedua laga, menunjukkan ketangguhan yang luar biasa.
Dony Tri Pamungkas: Kejutan di Lini Tengah
Pemain muda Persija Jakarta, Dony Tri Pamungkas, mengejutkan banyak pihak dengan masuk dalam daftar 41 nama panggilan dan bahkan tetap bertahan di skuad 24 pemain. Kemunculannya di starting XI melawan Saint Kitts and Nevis sempat menimbulkan keraguan, namun Dony Tri justru tampil memukau. Ia berkontribusi besar dalam kemenangan 4-0 melawan Saint Kitts and Nevis dengan performa gocekan, liukan, dan tembakan yang mempesona. Saat melawan Bulgaria, ia kembali diturunkan di babak kedua dan melakukan tusukan serta umpan mematikan.
Beckham Putra: Pembuktian di Lapangan
Meski sempat diragukan, Beckham Putra membayar kepercayaan John Herdman dengan permainan indah, termasuk dwigol ke gawang Saint Kitts and Nevis. Gelandang Persib Bandung berusia 24 tahun ini membuktikan kelayakannya di Timnas, tampil sepenuh hati baik sebagai starter maupun dari bangku cadangan.
Ole Romeny: Striker Berdaya Jelajah Tinggi
Ole Romeny dikenal sebagai pemain yang fokus dan pekerja keras. Di lapangan, perannya sebagai striker dalam skema John Herdman sangat efektif. Ia tidak hanya berada di posisi penyerang, tetapi juga aktif berlari ke berbagai area, mengecoh bek lawan, dan melepaskan tembakan. Golnya ke gawang Saint Kitts and Nevis dan assist untuk Beckham Putra menunjukkan naluri membunuh yang tajam, meskipun ia tidak tampil bersama klubnya, Oxford United, sepanjang Maret.
Calvin Verdonk: Multifungsi di Berbagai Posisi
Calvin Verdonk mengukuhkan diri sebagai salah satu andalan Timnas Indonesia berkat kemampuannya bermain di berbagai posisi. Meskipun sejatinya seorang fullback, John Herdman menempatkannya sebagai gelandang pengangkut baja, bahkan bergeser menjadi penyerang sayap. Verdonk gemar melakukan sentuhan satu-dua dan melepaskan umpan jauh melengkung, memberikan ketenangan bagi John Herdman dengan kualitas permainannya.