Kemendikdasmen Tetapkan Tema dan Logo Hardiknas 2026

Kemendikdasmen menetapkan tema Hardiknas 2026 Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua melalui pedoman resmi.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merilis tema dan logo resmi Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 pada Senin, 27 April 2026. Penetapan ini dilakukan melalui Pedoman Peringatan Hardiknas 2026 yang ditandatangani oleh Mendikdasmen Abdul Mu'ti.

Tema yang diangkat untuk peringatan tahun ini adalah "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua". Pengumuman mengenai identitas visual dan pedoman pelaksanaan ini bertujuan untuk menyelaraskan peringatan di seluruh instansi pendidikan.

Dilansir dari Medcom, logo Hardiknas 2026 menampilkan visual figur manusia yang dinamis dengan dominasi warna biru dan kuning. Desain tersebut melambangkan arah transformasi melalui program prioritas pemerintah yang mencakup revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta peningkatan kesejahteraan guru.

Filosofi logo ini diperkuat dengan garis lengkung yang mengitari figur manusia sebagai representasi gerak maju dan pemerataan layanan pendidikan di Indonesia. Penggunaan warna biru dengan kode #0E7ABF dipilih untuk mencerminkan profesionalisme dan kecerdasan dalam dunia pendidikan.

"Program prioritas Kemendikdasmen yaitu revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran dan kesejahteraan guru," tulis keterangan resmi dalam laman kemendikdasmen.go.id pada Selasa, 28 April 2026.

Mendikdasmen menginstruksikan agar upacara bendera dilaksanakan serentak pada 2 Mei 2026 mendatang. Selain upacara, instansi di pusat, daerah, hingga kantor perwakilan luar negeri diimbau mengadakan aktivitas yang mendukung Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI).

Pemerintah juga menekankan agar seluruh rangkaian kegiatan peringatan mengedepankan budaya hidup sederhana dan penghematan energi. Penempatan logo acara pada media publikasi disarankan berada di sisi kanan atas atau berseberangan dengan logo Tut Wuri Handayani.

Recommended