Kylian Mbappe menjadi sorotan usai melakukan selebrasi yang dianggap berlebihan saat Real Madrid mengalahkan Villarreal. Gestur tersebut menuai kritik tajam dari pengamat sepak bola Prancis, Walid Acherchour, yang menyebutnya "menyedihkan".
Dalam laga yang berlangsung pada Minggu (25/1/2026), Mbappe mencetak gol penalti bergaya Panenka pada masa injury time. Gol itu dipersembahkannya untuk Brahim Diaz, rekan setimnya yang baru saja mengalami kekecewaan di final Piala Afrika 2025.
Namun, aksi Mbappe tersebut justru dianggap kurang pantas oleh sebagian pihak. Real Madrid sendiri menang dengan skor 2-0, di mana gol pertama juga dicetak oleh Mbappe.
Mbappe tanpa ragu mengeksekusi penalti dengan tenang, mengirim bola ke tengah gawang dan mengecoh kiper Villarreal, Luis Junior. Setelah mencetak gol, Mbappe berlari ke arah bendera sudut lapangan sambil menirukan gerakan bola Panenka dengan tangannya.
Brahim Diaz, yang baru masuk sebagai pemain pengganti, ikut mendekat untuk merayakan gol tersebut. Mbappe terlihat berteriak, "Untukmu, untukmu," sebagai dedikasi atas golnya.
Usai pertandingan, Mbappe menegaskan bahwa penalti tersebut memang ia persembahkan sebagai bentuk penghormatan kepada Brahim Diaz.
Sebelumnya, Brahim Diaz mengalami momen sulit ketika gagal mengeksekusi penalti di final Piala Afrika 2025 melawan Senegal. Kegagalan itu membuat Maroko gagal meraih gelar juara.
Brahim Diaz sebenarnya memenangkan penalti tersebut setelah dilanggar El Hadji Malick Diouf. Namun, eksekusi penalti tertunda akibat protes dari tim Senegal, yang bahkan sempat meninggalkan lapangan. Setelah pertandingan dilanjutkan, Brahim Diaz gagal menjalankan tugasnya dengan baik.
Ia mencoba melakukan tendangan Panenka yang lemah dan mudah ditepis oleh kiper Senegal, Edouard Mendy.
Setelah pertandingan, Brahim Diaz menyampaikan permintaan maaf kepada publik Maroko melalui media sosial. "Hati saya hancur," tulis Brahim.
Situasi Brahim Diaz semakin sulit karena pertandingan pertamanya bersama Real Madrid setelah Piala Afrika adalah melawan Villarreal, tim yang diperkuat Pape Gueye, pencetak gol kemenangan Senegal.
Sebelum pertandingan dimulai, publik Villarreal memberikan penghormatan kepada Gueye atas prestasinya. Sementara itu, Brahim Diaz hanya bisa duduk di bangku cadangan.
Kritik Pedas Walid Acherchour
Pengamat sepak bola Prancis, Walid Acherchour, mengkritik keras gestur Mbappe. "Saya menilainya menyedihkan," ujar Acherchour dalam acara Winamax FC.
Acherchour memberikan analogi bahwa tindakan Mbappe seperti seorang teman yang memamerkan keberhasilan di depan orang yang sedang mengalami kesulitan. "Ini bukan ceritamu, Kylian. Biarkan orang lain menghadapi rasa sakitnya," cetusnya.
Acherchour juga dikenal sering mengkritik Mbappe sebelumnya. "Mbappe terlalu ingin menjadi tokoh utama di setiap film," kata Acherchour.