Tim peneliti yang dipimpin geolog Elizabeth Turner menemukan struktur mikroskopis yang diduga sebagai jejak hewan tertua di pegunungan terpencil wilayah Northwest Territories, Kanada, pada Senin (20/4/2026). Temuan batuan purba ini diperkirakan berusia hampir 900 juta tahun.
Analisis mendalam terhadap batuan tersebut mengungkap adanya jaringan filamen organik kompleks yang sangat mirip dengan kerangka internal spons modern. Penemuan ini berpotensi menggeser catatan sejarah kemunculan hewan di Bumi menjadi ratusan juta tahun lebih awal dari teori sebelumnya.
Dilansir dari Detik iNET, lokasi penelitian tersebut dulunya merupakan lingkungan laut purba yang mendukung pengawetan fosil mikro secara optimal. Jika temuan ini tervalidasi, maka kesenjangan besar dalam catatan fosil hewan akan segera terisi.
"Jenis jaringan filamen ini khas spons dan tidak terlihat pada organisme lain," kata Joachim Reitner, ilmuwan yang terlibat dalam penelitian tersebut. Pernyataan ini memperkuat dugaan bahwa struktur tersebut memang berasal dari salah satu bentuk hewan paling sederhana.
Selama ini, catatan fosil hewan tertua yang diakui secara luas berasal dari periode Kambrium sekitar 540 juta tahun lalu. Dengan penemuan ini, terdapat selisih sekitar 350 juta tahun yang kini memiliki bukti fisik baru yang sejalan dengan studi genetika modern.
Meskipun penemuan ini sangat menjanjikan bagi sejarah biologi evolusi, perdebatan di kalangan ilmuwan masih berlangsung. Sebagian ahli berpendapat bahwa struktur mikroskopis tersebut mungkin terbentuk melalui proses geologi atau aktivitas mikroba non-hewan.
Studi ini memberikan harapan besar bagi para peneliti untuk menjembatani celah waktu kemunculan makhluk hidup yang diperkirakan sudah ada sejak hampir 1 miliar tahun lalu. Verifikasi lebih lanjut terus dilakukan untuk memastikan keaslian struktur tersebut sebagai fosil hewan.