Al Nassr gagal meraih gelar juara AFC Champions League Two 2025/2026 setelah menderita kekalahan 0-1 dari wakil Jepang, Gamba Osaka, pada pertandingan final di Stadion King Saud University pada Sabtu malam waktu setempat atau Minggu (17-5-2026) dini hari WIB.
Kekalahan klub asal Arab Saudi tersebut dipastikan oleh gol tunggal yang dicetak oleh pemain Gamba Osaka, Deniz Hummet, pada menit ke-29, sebagaimana dilansir dari Bola.
Meskipun Al Nassr tampil mendominasi dengan menguasai 67 persen penguasaan bola dan melepaskan 14 tembakan lebih banyak, lini serang mereka yang dipimpin Cristiano Ronaldo gagal menembus pertahanan kokoh Gamba Osaka yang dikawal Rui Araki.
Ronaldo mencatatkan penampilan buruk dengan melepaskan lima tembakan tanpa ada yang mengarah ke gawang, membuang dua peluang emas, serta mendapatkan rating 5,9 dari Sofascore sebelum akhirnya langsung berjalan masuk ke lorong stadion setelah laga usai.
Penyerang berusia 41 tahun tersebut menjadi satu-satunya pemain Al Nassr yang memicu kritik di media sosial karena tidak kembali ke lapangan untuk menerima medali perak serta memberikan penghormatan kepada tim lawan.
Di tengah sorotan tajam terhadap sikap sang kapten, pelatih Al Nassr memberikan pandangannya terkait performa tim secara keseluruhan yang dinilai sudah tampil cukup baik di lapangan.
"Kami sebenarnya sudah melakukan persiapan dengan baik, tetapi mereka bermain sangat cepat dan mengejutkan kami. Dalam 30 menit pertama, permainan kami tidak maksimal, tetapi setelah itu kami mendominasi," kata Jorge Jesus, Pelatih Al Nassr.
Pelatih asal Portugal tersebut menyayangkan kegagalan anak asuhnya dalam memanfaatkan sejumlah peluang emas untuk menyamakan kedudukan sepanjang sisa waktu pertandingan.
"Mereka hanya punya satu peluang dan langsung mencetak gol. Kami mencoba bangkit dan menciptakan beberapa kesempatan, tetapi untuk pertama kalinya di kompetisi musim ini kami gagal mencetak gol," jelas Jorge Jesus, Pelatih Al Nassr.
Kondisi fisik beberapa pemain pilar yang belum bugar sepenuhnya sebelum laga puncak dimulai juga diungkapkan oleh sang arsitek tim sebagai salah satu faktor risiko.
"Kami sudah mempersiapkan pertandingan dengan baik dan mengambil risiko karena ingin menang. Kingsley Coman dan Angelo sebenarnya belum sepenuhnya siap, tetapi kami tetap memainkan mereka," ungkap Jorge Jesus, Pelatih Al Nassr.
Kini fokus Al Nassr langsung dialihkan untuk mempertahankan posisi puncak klasemen demi mengamankan gelar domestik tertinggi di Arab Saudi.
"Kami memang tidak mendapatkan hasil yang diinginkan di sini, tetapi kami masih punya satu final lagi, yaitu perebutan gelar Liga Arab Saudi, dan itu sangat penting bagi kami," kata Jorge Jesus, Pelatih Al Nassr.
Skuat asuhannya dituntut segera melupakan hasil buruk ini demi mempersiapkan laga krusial berikutnya yang akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
"Kami hanya punya waktu lima hari untuk memulihkan kondisi dan bersiap. Tidak ada waktu untuk terus meratapi kekalahan ini. Kami harus segera bangkit lagi," lanjut Jorge Jesus, Pelatih Al Nassr.
Saat ini Al Nassr memimpin klasemen Liga Pro Saudi dengan keunggulan dua poin atas Al Hilal dan berpeluang mengunci gelar juara jika berhasil mengalahkan Damac pada Jumat (22-5-2026) dini hari WIB.