Timnas Indonesia Hadapi Tantangan Perbaiki Skema Bola Mati

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memiliki pekerjaan rumah besar untuk meningkatkan skema bola mati setelah hasil kurang memuaskan di FIFA Series 2026.

Tim Nasional Indonesia menghadapi tantangan signifikan dalam membenahi skema bola mati. Hal ini menjadi salah satu pekerjaan rumah utama bagi pelatih John Herdman. Penilaian tersebut muncul setelah skuad Garuda menjalani dua pertandingan di FIFA Series 2026, yang menunjukkan kelemahan dalam memanfaatkan peluang dari situasi bola mati.

Terutama saat kekalahan 0-1 melawan Bulgaria yang terjadi melalui gol penalti, terlihat jelas efektivitas tendangan bebas maupun tendangan pojok masih rendah. Sepakan dari Kevin Diks dan Nathan Tjoe-A-On, yang ditugasi sebagai eksekutor, tidak mampu menciptakan ancaman berarti ke pertahanan lawan atau mengarah tepat ke gawang.

Padahal, Timnas Indonesia diperkuat oleh beberapa pemain dengan postur tubuh tinggi yang kuat dalam duel udara. Pemain-pemain ini seharusnya bisa optimal menyambut umpan dari tendangan penjuru atau set piece. Namun, absennya Thom Haye sebagai spesialis penendang bola mati, karena sanksi larangan bertanding bersama Shayne Pattynama, menjadi salah satu faktor.

Mengejutkan banyak pihak, John Herdman tidak memasukkan Ezra Walian dalam skuad. Padahal, kapten Persik Kediri itu dikenal memiliki kemampuan mematikan dalam skema bola mati, dengan catatan sembilan assist dari open play dan set piece.

Alexander Saununu, mantan pesepak bola nasional Indonesia, menyoroti permasalahan ini. "Sejak pengumuman 24 pemain lalu, saya amati Timnas Indonesia tak punya spesialis bola mati," ujar Saununu, seperti dilansir dari Bola. Menurutnya, secara objektif, Ezra Walian sangat layak kembali memperkuat Timnas Indonesia.

Kecenderungan ini terbukti saat Jay Idzes dkk. bertanding di FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Herdman lebih memilih Kevin Diks dan Nathan Tjoe-A-On untuk mengambil tendangan bebas atau sepak pojok.

Evaluasi Kinerja Set Piece

"Skema bola mati Timnas Indonesia sama sekali tidak bagus. Kevin Diks dan Nathan Tjoe-A-On membuang peluang dari set piece. Ini harus jadi bahan evaluasi bagi John Herdman," jelas Alex Saununu. Ia menambahkan bahwa pelatih perlu mempertimbangkan opsi lain jika dua pemain tersebut tidak maksimal.

Alex Saununu juga secara jujur memuji teknik Doni Tri Pamungkas sebagai eksekutor sepak pojok. Sayangnya, bek muda milik Persija Jakarta ini belum diberikan kesempatan untuk mengambil set piece. Pemain lain seperti Calvin Verdonk juga dinilai memiliki kualitas baik, tetapi fokusnya lebih pada pertahanan.

Recommended