Penggunaan bahan bakar yang boros pada sepeda motor seringkali disebabkan oleh kebiasaan pengendara. Selain perawatan rutin, perubahan perilaku berkendara dapat meningkatkan efisiensi.
Berikut beberapa perilaku pengendara yang tanpa disadari membuat penggunaan BBM menjadi lebih boros:
1. Berkendara Agresif
Buka tutup gas secara sembarangan tanpa mengukur RPM dan kecepatan termasuk contoh berkendara agresif. Pengereman mendadak juga mengurangi efisiensi karena menghilangkan kesempatan deselerasi.
Pembakaran akan menjadi lebih besar saat tuas gas dibuka kembali setelah pengereman. Ini berarti lebih banyak BBM yang dibutuhkan agar motor dapat berakselerasi.
2. Kecepatan Tidak Konstan
Ketidaksabaran seringkali membuat pengendara motor cenderung mengubah kecepatan. Padahal, berkendara dengan kecepatan konstan dan bukaan gas di bawah 3000 RPM dapat menghemat BBM.
3. Membawa Beban Berlebih
Beban yang berlebihan, termasuk membonceng barang bawaan yang banyak, dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar. Mesin harus bekerja lebih keras untuk berakselerasi karena beban yang bertambah.
4. Memilih Jalur Ekstrim
Jalur yang berkelok dan penuh tikungan bisa menyebabkan borosnya penggunaan BBM. Kondisi jalan seperti ini memaksa mesin bekerja lebih keras untuk berakselerasi, meskipun terkadang terlihat lebih lancar.
5. Menonaktifkan Fitur Auto Start/Stop
Fitur start stop pada motor matic modern dirancang untuk menghemat bahan bakar saat berhenti sejenak. Menonaktifkan fitur ini menyebabkan mesin terus menyala meskipun motor tidak bergerak.
Sebaiknya, fitur ini tetap diaktifkan agar pembakaran tidak terus berlangsung saat motor berhenti.
6. Tekanan Ban Tidak Ideal
Tekanan angin ban yang sesuai rekomendasi pabrikan sangat penting. Tekanan ban yang kurang membuat motor terasa lebih berat dan mesin harus bekerja lebih keras untuk berakselerasi.