Toni Kroos Sebut Bayern Munich Kehilangan Momentum di Liga Champions

Legenda Real Madrid Toni Kroos menilai Bayern Munich gagal mempertahankan keunggulan di leg pertama Liga Champions, membuka peluang Real Madrid untuk bangkit.

Legenda Real Madrid, Toni Kroos, memberikan analisis tajam terkait kekalahan Los Blancos 1-2 dari Bayern Munich pada leg pertama perempat final Liga Champions. Meskipun Real Madrid berada dalam situasi sulit, Kroos meyakini peluang untuk membalikkan keadaan masih sangat terbuka. Pendapat ini disampaikannya dalam podcast pribadinya, Einfach mal Luppen, seperti dilansir dari Bola.

Kroos menyoroti bahwa Bayern Munich, meski tampil dominan, justru kehilangan momentum setelah berhasil unggul dua gol. Menurutnya, kegagalan Bayern untuk sepenuhnya "mengunci" pertandingan secara mental memberikan celah berharga bagi Real Madrid.

Mantan gelandang Timnas Jerman ini mengungkapkan bahwa ia tidak terkejut dengan jalannya pertandingan secara keseluruhan. Namun, ia sangat menyoroti aspek mental yang terjadi setelah Bayern berhasil mencetak gol kedua.

“Saya tidak terkejut dengan apa yang terjadi dalam pertandingan. Bayern memang tampil luar biasa, tetapi yang paling mencolok adalah apa yang terjadi setelah mereka unggul 2-0 dari sisi mental,” ungkap Kroos, seperti dikutip dari Bola.

Menurut Kroos, keunggulan dua gol seharusnya cukup untuk mengontrol pertandingan sepenuhnya dan menghilangkan keraguan akan hasil akhir. Namun, Bayern justru menunjukkan penurunan intensitas dan cenderung bertahan, sebuah strategi yang dinilainya tidak tepat.

“Keunggulan 2-0 seharusnya secara mental mengunci pertandingan dan menghilangkan keraguan soal hasil akhir. Tapi yang mengejutkan, Bayern mulai bertahan dan intensitasnya menurun,” jelasnya.

Kroos bahkan berpendapat bahwa Bayern seharusnya bisa memperbesar keunggulan jika tetap bermain agresif. “Saat itu Bayern menguasai penuh pertandingan. Saya kira mereka akan terus mendominasi atau bahkan menambah gol ketiga, keempat, bahkan kelima. Tapi yang terjadi justru sebaliknya,” tambahnya.

Real Madrid Berbahaya dalam Situasi 'Kacau'

Toni Kroos juga menyoroti momen krusial yang dianggapnya mengubah arah pertandingan, yaitu kesalahan bek Dayot Upamecano saat menghadapi Vinicius Junior. Momen tersebut, menurut Kroos, menjadi titik balik bagi kebangkitan Real Madrid.

“Kesalahan Upamecano terhadap Vinicius menjadi titik balik pertandingan. Setelah itu, Real Madrid menunjukkan karakter mereka dan menciptakan banyak peluang berbahaya antara menit 60 hingga 75 meski tertinggal 0-2,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Real Madrid merupakan tim yang sangat berbahaya ketika pertandingan berlangsung terbuka dan penuh transisi cepat, atau dalam istilahnya, "situasi kacau". “Menurut saya, Real Madrid adalah tim paling berbahaya di dunia ketika pertandingan menjadi kacau, saling serang. Itu adalah gaya yang sangat mereka kuasai,” tegas Kroos.

Oleh karena itu, ia menilai hasil akhir 1-2 sebenarnya tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya pertandingan. Kroos bahkan mengindikasikan bahwa pertandingan tersebut berpotensi berakhir imbang dengan skor tinggi. “Pertandingan itu bisa saja berakhir 3-3, tetapi akhirnya 1-2. Bayern seharusnya bisa mengelola laga dengan lebih baik,” pungkasnya.

Real Madrid kini dituntut meraih kemenangan pada leg kedua di Allianz Arena untuk menjaga asa melaju ke semifinal. Tantangan tidak ringan mengingat rekor kandang Bayern yang sangat impresif musim ini. Namun, dengan analisis Kroos, Real Madrid memiliki celah yang bisa dimanfaatkan, terutama jika mampu membuat pertandingan berjalan "kacau".

Recommended