Tottenham Hotspur Ditahan Imbang Brighton 1-1 di Stadion Tottenham

Gol Georginio Rutter di menit tambahan menggagalkan kemenangan Tottenham Hotspur atas Brighton & Hove Albion pada Sabtu (18/4/2026).

Tottenham Hotspur gagal meraih kemenangan setelah ditahan imbang Brighton & Hove Albion dengan skor 1-1 pada pertandingan Liga Inggris di Stadion Tottenham, Sabtu (18/04/2026) malam WIB. Kemenangan yang sudah di depan mata sirna akibat gol tim tamu pada menit akhir laga.

Gol telat tersebut membuat posisi The Lilywhites semakin terhimpit di zona degradasi klasemen sementara. Dilansir dari Bola, klub asal London Utara ini belum mencatatkan satu pun kemenangan sejak 28 Desember lalu dan kini berada di zona merah.

Xavi Simons sebenarnya sempat membawa harapan bagi tuan rumah melalui gol indah yang dicetaknya. Pemain berusia 22 tahun itu melakukan selebrasi emosional di hadapan pendukung sendiri untuk merayakan keunggulan sementara Tottenham hingga menjelang akhir babak kedua.

Keunggulan tersebut musnah pada menit ke-90+5 ketika penyerang Brighton, Georginio Rutter, berhasil menyamakan kedudukan. Tendangan Rutter membungkam publik tuan rumah dan memaksa pertandingan berakhir dengan pembagian satu poin untuk kedua tim.

Hasil ini menahan posisi Tottenham di zona degradasi dengan selisih satu poin dari batas aman. Ancaman turun kasta ke divisi bawah membayangi klub jika gagal meraih poin maksimal dalam lima pertandingan sisa musim ini.

"Ini rasanya seperti kekalahan karena kami kebobolan di masa tambahan waktu, padahal kami memainkan pertandingan yang hebat," ujar Roberto De Zerbi, Manajer Tottenham Hotspur, kepada BBC Sport.

De Zerbi juga memberikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf atas komentar masa lalunya terkait Mason Greenwood saat proses perkenalan sebagai pelatih baru. Ia menegaskan komitmennya untuk tidak meremehkan isu kekerasan terhadap perempuan.

Mantan pemain Tottenham, Les Ferdinand, mengkritik fokus para pemain yang dinilai terlalu larut dalam euforia gol Xavi Simons. Ferdinand berpendapat bahwa tim seharusnya lebih memprioritaskan kerapatan pertahanan di menit-menit krusial daripada melakukan selebrasi berlebihan.

Sebaliknya, Ashley Williams memberikan pembelaan dengan menyebut luapan emosi pemain adalah hal wajar mengingat tekanan mental yang dialami tim. Tottenham kini bersiap menghadapi laga berikutnya guna menghindari rekor degradasi pertama mereka sejak tahun 1977.

Recommended