Transfer Casemiro ke Inter Miami Terkendala Gaji Tinggi dan Regulasi MLS

Peluang Casemiro bergabung dengan Inter Miami sangat kecil karena gaji 20 juta dolar AS miliknya melampaui batasan pengeluaran dan kuota pemain bintang MLS.

Bintang Manchester United, Casemiro, dikabarkan tengah menjalani fase akhir kariernya bersama klub berjuluk Setan Merah. Sejumlah klub di Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat menunjukkan minat untuk merekrutnya, termasuk salah satunya Inter Miami, seperti dilansir dari Bola.

Namun, harapan transfer tersebut dinilai akan sangat sulit terealisasi. Struktur gaji yang tinggi milik Casemiro dan regulasi liga yang ketat menjadi kendala utama.

Menurut jurnalis Fabrizio Romano, Inter Miami memang serius dalam meminati Casemiro. Bahkan, pembicaraan awal dilaporkan sudah dimulai. Akan tetapi, hambatan terbesar muncul dari sisi struktur gaji sang pemain dan aturan liga yang diberlakukan MLS.

Permasalahan krusial terletak pada gaji Casemiro yang mencapai sekitar 20 juta dolar AS per musim di Manchester United. Angka ini jauh melampaui kemampuan struktur gaji di MLS, yang membatasi total pengeluaran tim di kisaran 6.425.000 dolar AS.

Dengan batasan tersebut, Inter Miami hampir tidak memiliki ruang finansial untuk menampung Casemiro tanpa perlu melakukan perombakan besar dalam komposisi skuad mereka saat ini.

Slot Pemain Bintang dan Keterbatasan Lain

Inter Miami saat ini sudah menggunakan tiga slot pemain bintang hingga musim 2027/2028. Slot tersebut diisi oleh Lionel Messi, Rodrigo De Paul, dan German Berterame. Klub juga telah memaksimalkan kuota pemain muda khusus, bahkan harus meminjamkan Tomas Aviles ke CF Montreal untuk memberi ruang bagi Berterame.

Secara teoretis, Inter Miami bisa mengurangi jumlah pemain bintang untuk membuka slot tambahan. Namun, langkah tersebut hanya memungkinkan mereka merekrut pemain muda, bukan pemain senior seperti Casemiro yang kini berusia 34 tahun dengan tuntutan gaji tinggi.

Struktur gaji di MLS juga melibatkan mekanisme dana alokasi khusus yang berfungsi menekan beban gaji pemain agar sesuai aturan. Sebagai contoh, pada 2025, Lionel Messi menerima kompensasi terjamin sebesar 20 juta dolar AS. Sementara itu, Rodrigo De Paul hanya membebani batas gaji sekitar 1,5 juta dolar AS karena menggunakan skema dana alokasi khusus.

De Paul berstatus pemain non-DP yang dibayar melalui Targeted Allocation Money (TAM). Ini adalah mekanisme yang digunakan untuk mengurangi beban batasan gaji pemain ketika gaji tahunannya berada di bawah 1.803.125 dolar AS, tetapi di atas 803.125 dolar AS. Dengan demikian, pemain bergaji setinggi Casemiro tidak dapat dimasukkan dalam kategori ini.

Kekurangan Dana Alokasi Umum

Selain itu, Inter Miami juga kekurangan dana alokasi umum (General Allocation Money/GAM), mekanisme lain yang digunakan klub untuk menyesuaikan gaji pemain dalam batas MLS. Saat ini, Inter Miami hanya memiliki GAM sekitar 17.361 dolar AS, jumlah yang sangat kecil dan nyaris tidak bisa dimanfaatkan.

Sebagai perbandingan, Colorado Rapids memiliki GAM sebesar 6.380.121 dolar AS untuk 2026. Sementara Vancouver Whitecaps, yang termasuk rendah, masih memiliki 20.945 dolar AS, tetap lebih besar dibanding Inter Miami. Kondisi ini semakin menyulitkan Inter Miami dalam melakukan manuver finansial untuk mendatangkan pemain mahal.

Potensi Penurunan Gaji

Dengan semua keterbatasan tersebut, satu-satunya cara realistis bagi Casemiro untuk bergabung adalah dengan menerima gaji jauh di bawah standar saat ini, bahkan mungkin di bawah 803.125 dolar AS per tahun. Skenario serupa pernah terjadi sebelumnya ketika Luis Suarez menerima kontrak lebih rendah demi bergabung dengan Inter Miami.

Namun, mengingat Casemiro sebelumnya mendapatkan kontrak besar di Real Madrid dan Manchester United, keputusan untuk menurunkan gaji tentu bukan hal yang mudah. Meski peluangnya untuk bergabung dengan Inter Miami terbilang kecil, minat dari klub-klub MLS terhadap Casemiro tetap tinggi, berpotensi melanjutkan tren masuknya pemain bintang seperti Thomas Muller, Timo Werner, Son Heung-min, hingga Antoine Griezmann ke liga tersebut.

Recommended